Skip directly to content

Meet the Planners

To read more please click the title or the picture.
Title The story
Kemacetan Lalu-Lintas di JakartaPusat Kota Amsterdam

Pendahuluan

Jakarta adalah kota yang lalu-lintasnya macet. Bahkan di tengah malam pun lalu-lintasnya belum lancar. Itulah yang membuat kota ini tidak nyaman untuk di huni. Apalagi pada waktu pulang kantor di hari Jumat atau hari sebelum libur panjang, kemacetan terjadi diseluruh kota. Pada saat kemacetan parah ini mobil sama sekali tidak dapat bergerak, orang seakan pasrah untuk bisa mencapai tujuan kapan saja. Dari pada terjebak kemacetan lalu-lintas sopir bajaj dan taxi memilih istirahat, bermain kartu dengan temannya.

Traffic congestion in JakartaAmsterdam City Center

Introduction

Jakarta is a city of traffic jams. Even in the middle of the night the traffic congestion has not been unraveled. That is what makes this city is not comfortable to live. Moreover, at the time people come home from work on a Friday or the day before a long holiday, the congestion occurred throughout the city. At the moment of this severe congestion car cannot move at all, people seemed resigned to be able to achieve the destiny at any time.

Kota Lama dan Ekonomi kotaVendors selling deal price foods in old town of Jakarta - Batavia

Jika kita berjalan-jalan di Mall mewah Jakarta dihari libur, pasti kita bertemu dengan pengunjung yang berduit. Mereka mengenakan pakaian yang bagus dan makan-minum di restoran mahal. Tidak jarang sekali pesan makanan satu porsi harganya lebih dari seratus ribu rupiah. Jika kita jalan-jalan di lorong mall dan haus di sana terdapat minuman yang berlabel luar negeri dengan harga tiga puluh ribu rupiah sekali minum. Kemewahan mall di Jakarta itulah magnet bagi masyarakat kelas menengah dan keatas.

Tetapi kalau kita pergi ke Kota lama Jakarta, keadaannya sangat berbeda.

The Old Town and Urban EconomicsVendors selling deal price foods in old town of Jakarta - Batavia

If we walk in luxury Mall of Jakarta on the day off, we certainly meet visitors who are rich. They are wearing nice clothes, eating and drinking at an expensive restaurant. Not rarely they order food that cost more than one hundred thousand rupiahs for a portion. If we take a stroll in the mall hallway and thirsty there are vendors who sell drinks at a price of thirty thousand rupiahs at a time. Luxury in the mall of Jakarta is a magnet for the middle and high income class.

But if we go to the old town of Jakarta, the situation is very different.

Pariwisata di Batavia – Kota Tua JakartaTourists at the Plaza of Fatahilah Museum

Jakarta bukanlah tempat yang menarik para wisatawan seperti Bali. Walaupun ada jalan-jalan yang indah seperti Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, dua jalan ini bukanlah tempat turis berbelanja. Satu-satunya tujuan wisata adalah Kota Tua Jakarta atau yang dulu dinamai Batavia. Karena kotanya memburuk dan banyak bangunan seperti Kastil yang semestinya menjadi tempat tujuan wisata telah dihancurkan, sedikit turis yang mengujunginya. Ada sedikit bangunan yang masih bagus kondisinya, tetapi lingkungannya rusak. Ini adalah tantangan pemerintah untuk merevitalisasi kota tua Jakarta.

Tourism in Batavia – Old JakartaTourists at the Plaza of Fatahilah Museum

Jakarta is not a place that interests many tourists like Bali. Although there are tidy streets such as Sudirman and Thamrin Streets, they are not tourist shopping streets. The only tourism point of interest is the old Jakarta town or previously called Batavia. Since the town has been deteriorated and many buildings such as the castle that supposed to be a tourist’s point of interest have been destroyed, a few tourists are willing to visit it. There are a few old buildings that are still in good condition, however the environment is worsened.

Dari Mall ke Kota lamaPasar Baru that is full of shoppers

Orang Jakarta adalah orang yang paling senang berjalan-jalan, berbelanja dan menikmati malam sambil bersantap. Kebanyakan kegiatan ini dilakukan didalam Mall yang terus menerus dibangun di segala penjuru kota. Di dalam mall, orang dapat melihat barang-barang, bertemu teman, duduk di puja sera bersama keluarga. Menjadi pertanyaan adalah: Mengapa kegiatan ini tidak di lakukan di Kota Tua yang bersejarah? Padahal di Eropa kegiatan ini dilakukan di kota lama.

From Malls to Old CityPasar Baru that is full of shoppers

People of Jakarta are the happiest people strolling, shopping and enjoying the evening while dining. Most of this activity is carried out in Malls that were continuously built in all parts of the city. In the mall, people can see stuff, meet friends, and sit at the food court with family. The question is: Why this activity is not done in the historic Old Town? Whereas in Europe, this activity is carried out in the old city. Various ways have been made to revive the old city such as night markets or activities held at the art museum Fatahilah plaza.

Batavia Sebuah NovelPuing di antara lalu lintas yang macet

Di berbagai penjuru dunia jatuh bangunnya sebuah rezim terletak di Ibukota. Bangkitnya dinasti Ming di Tiongkok misalnya, ditandai dengan perpindahan ibukota dari Xi’An ke Beijing. Demikian juga di pulau Jawa, runtuhnya Majapahit ditandai dengan munculnya kota Demak sebagai ibukota kerajaan Islam. Bahkan di kehidupan modernpun demikian. Jatuhnya rezim-rezim di Indonesia modern berada di kota jakarta dan bukan di kota Indonesia yang lain. Karena itu tidak terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa panggung teater pergantian rezim adalah kota dengan benteng dan segala kekuatan ekonominya.

Kota

Batavia is a NovelRuin in the middle of traffic jam

Everywhere in the world, the rise and fall of a regime takes place in the capital city. The rise of Ming Dynasty in China is indicated by the movement od capital city from Xi’An to Beijing. Likewise in Java, the fall of Majapahit is followed by the rise of Demak city as the capital of Islamic kingdom. It happens in modern era. The fall of modern Indonesian regime took place in Jakarta and not in other Indonesian city. It is not too excessive to say that the theater stage of regime change is in the capital city with its wall, in the ancient time, and all its economics power.

A city is like a

Pages