Skip directly to content

Seri ID 025

on Sun, 04/17/2016 - 04:33
Tembok Batavia
Tembok Batavia

Poh An membawa Jing Bing kepada kepala Rumah Sakit Tionghoa Jan de Put yang ramah. Kamar dokter kepala ada di depan sebelah kiri. Dari gerbang ke kamarnya dihubungkan dengan selasar.

“Selamat siang dokter, ini Sinshe Tan Jing Bing yang kita tunggu.” kata Poh An begitu masuk kedalam ruang.

“Ah selamat datang sinshe Tan.” katanya dalam bahasa Melayu “Ni Hao Ma?” katanya lagi dalam bahasa Han Yu. Wajahnya berseri menyambut Jing Bing. Pipinya merah karena hatinya senang, Rambut bagian depan yang tipis kerap kali turun dan harus di betulkan. Umurnya baru 30 tahun, tetapi sudah cukup berpengalaman dalam mengelola rumah sakit. Walaupun masih muda kariernya sudah berkembang. Ruangan dokter Jan de Put bersih dan banyak buku yang berjajar rapi didalam lemari. Hanya ada satu meja besar dengan kertas yang bertumpuk, satu kursi tempat duduknya dan satu kursi untuk tamu, berarti dokter ini tidak suka ngobrol tapi kerja dan kerja. Dokter Jan adalah lulusan universitas Leiden yang terkenal dengan fakultas kedokterannya. Pada waktu masih mahasiswa dokter Jan terkenal  sebagai mahasiswa yang rajin. Dia tinggal di sebuah apartemen di Rapenburg dekat dengan Academie Gebouw sehingga tidak akan terlambat datang ke kuliah. Dia juga lahir dan dibesarkan dikota ini. Orang tuanya seorang pegawai kota yang rajin.

 “Ni Hao.” balas Jing Bing. Rupanya dokter Jan de Put dapat bicara bahasa Han Yu sedikit-sedikit. Orangnya ramah, sopan, menghargai orang lain walaupun dari bangsa yang berbeda. Keramahan ini mencerminkan Budaya yang tinggi kota kelahirannya.

Memang Keduanya sulit berkomunikasi, tetapi keramahan membuyarkan kekakuan diantara mereka. Jan de Put orang Belanda yang bertugas di rumah sakit Tionghoa. Pada waktu itu pemerintah kompeni mempercayakan dokter Belanda untuk menjadi kepala rumah sakit. Prioritas pelayanan rumah sakit ini adalah orang Tionghoa. Tetapi tidak terbatas itu, juga melayani masyarakat luas. Biasanya masyarakat yang tidak mampu selalu mencari pengobatan dirumah sakit ini.

“Apakah capai sinshe?”. Tanyanya kemudian terdiam sebentar “Tadi tiba jam berapa?” dokter de Put bertanya dalam Han Yu yang terbata-bata, tidak lancar. Jing Bing maklum dan menjawabnya.

“Tadi dari pelabuhan tengah hari langsung kemari.”

“Suka minum bir sinshe?” Tanya dokter Jan de Put sambil mengambil 3 botol bir untuk mereka bertiga. Kesan baik dari seseorang selalu dibuka dengan sambutan yang baik dan tulus.

“Bolehlah sekalian mencicipi bir Batavia.” Jawab Jin Bing sambil tertawa. Batavia terkenal dengan bir yang rasanya istimewa. Bir tadi diproduksi dalam jumlah besar di Omelanden.