Skip directly to content

Sejarah dan Keindahan 1

Bukan saja sebagai mata pelajaran yang di ajarkan kepada anak-anak sekolah baik SD, SMP, dan SMA, sejarah juga ada di semua ilmu. Sejarah bukan hanya tentang silsilah raja-raja yang harus di hafalkan, tetapi sebuah metoda untuk memprediksi keadaan dimasa depan. Bahkan ilmu-ilmu yang jauh dari ilmu sejarah, seperti silsilah raja tadi, selalu memiliki subyek sejarah sebagai bagian dari ilmu tersebut.

Semua ilmu menggunakan sejarah sebagai dasar analisa. Di dalam Ilmu ekonomi juga di kenal ilmu sejarah ekonomi yang mengamati keadaan ekonomi di masa lalu untuk membaca keadaan ekonomi masa kini. Untuk mengetahui harga saham, seorang analis juga akan melihat pergerakan harga saham di bulan-bulan yang telah lewat, yang sudah menjadi sejarah. Di bidang kedokteran juga ada ahli-ahli sejarah kedokteran yang membedah sejarah penyakit di masa lalu untuk mencari penyebab penyakit yang berjangkit di masa kini. Ilmu arsitektur yang merupakan ilmu bangunan juga memiliki bagian sejarah arsitektur dan biasanya menyatu dengan bagian teori arsitektur.

Sejarah sangat melekat dalam kehidupan manusia, baik dalam dimensi ruang dan waktu. Sejarah berbicara tentang tempat, lokasi dimana suatu peristiwa terjadi. Sejarah juga berbicara tentang waktu, kapan kejadian terjadi, kapan berlangsung, yang semua ada dalam ingatan kolektif kita. Orang akan menjadi amnesia jika sudah lupa akan sejarah yang membentuk dirinya saat ini. Bung Karno mengatakan “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”, walaupun kalimat dalam pidato Bung Karno yang terakhir di 17 Agustus 1966 ini bernuansa politik, tetapi ucapan ini juga berlaku pada setiap sudut kehidupan.

Ketika terdengar kabar bahwa rumah Bung Tomo di Surabaya di hancurkan, kita marah. Rumah yang pernah menjadi tempat berkumpulnya para pejuang melawan Belanda di hancurkan untuk lapangan parkir sebuah mall. Marah,  sebab penghancuran itu telah merusak ingatan kolektif akan rumah bersejarah yang secara ruang telah terbentuk menjadi satu dengan kota Surabaya. Penghancuran itu secara waktu telah merusak sejarah kota Surabaya yang dijuluki kota pahlawan, sungguh ironis.

Bangunan kuno itu bukan hanya bentuknya yang memiliki nilai sejarah, tetapi seluruh material bangunannya menjadi satu dalam dimensi sejarah. Itulah mengapa ketika kolom kayu di Jardin du Pavillon Chinois Brussel kropos, para konservasionist tidak menggantikannya dengan kolom kayu yang baru, tetapi kolom yang keropos itu di perbaiki, dibersihkan dari jamur-jamur kayu sampai berminggu-minggu. Di Groot Begijnhof Leuven tembok yang sudah miring dan mendekati kehancuran, bukan diganti dengan tembok yang baru, tetapi justru di suntik agar tetap bisa bertahan sebagai tembok lama yang memiliki nilai sejarah. Tembok yang sudah berabad-abad ini di biarkan miring tetapi kuat seratus tahun lagi. Melestarikan bangunan kuno sangat erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan material bangunan. Sayang, ilmu ini tidak berkembang di Indonesia, sehinga jika ada jendela suatu bangunan kuno kropos, segera diganti yang baru.

Dalam dimensi ruang dan waktu itu juga terbentuk sebuah gugus yang sering di sebut dengan keindahan. Namun bagaimanakah hubungan antara sejarah dan keindahan? Sangat filosofis dan sangat dalam artinya sehingga lebih cocok diangkat menjadi disertasi di dunia filsafat. Benarkah bangunan yang bersejarah itu indah? Apa yang indah dari bangunan-bangunan bersejarah? Kalau indah, mengapa Daendels tega  menghancurkan kota lama Batavia untuk membangun Batavia baru?

Bangunan-bangunan tua di kanal macan, gereja besar di plaza Balai kota yang sekarang menjadi Museum Sejarah Jakarta, dan bahkan kastil, di hancurkan karena kotanya tidak sehat. Daendels ingin membangun Batavia Baru yang sehat, dan tentunya lebih indah dari pada yang lama. Apakah bangunan baru lebih indah dari pada yang lama? Seperti jaman sekarang banyak orang yang menilai mall-mall di jakarta lebih indah dari kota tua yang bersejarah. Apakah jika kawasan disekitar museum Bahari yang akan di tata dan di sulap menjadi kawasan konservasi akan lebih indah dan menyedot pengunjung?

Gedung Harmoni di Molenvliet sekarang Jalan Gajah Mada yang telah tiada.
Gedung Harmoni di Molenvliet sekarang Jalan Gajah Mada yang telah tiada.