Skip directly to content

11. Suasana Malam

Malam haripun tiba, pantulan sinar bulan di atas atap balai kota sangat menakjubkan. Terang bulan seperti ini terjadi pada bulan yang tidak pucat seperti karton, tetapi bulan di langit utara yang berwarna seperti bola api berkilau. Walaupun Matahari di hindia adalah matahari yang panasnya kurang ajar, tapi bulan di sini adalah penghibur yang dermawan, bagaikan peri bercahaya. Sekarang ia berkilau perak di atas air kanal macan. Bulan seakan mengambang dan bergoyang ketika perahu datang dari kanal Amsterdam atau Kanal Leo, oleh pendayung perahu dengan dayung tangan pendek. Penumpangnya duduk di bawah cahaya lentera Tionghoa, bernyanyi Pantun Melayu, menemani anak-anak bermain dengan instrumen musik mereka. Mengalun di perairan tenang, di suatu tempat ke luar dari kanal macan. Malam yang sejuk dan penuh cahaya bulan; inilah alam tropis, dengan syair melayu yang melukiskan:

Bermain angin kecil

Dengan bersiul bagai batang tebu,

Dengan gerak yang lucu, lucu, dan lucu

Air beriak kecil

Dari Jauh kelihatan cahaya lilin dan lampu astral di Kanal Macan. Orang melihat percikan obor di belakang kereta, malam di sini adalah waktu kencan dan merayakan pesta; khususnya di Kanal Macan. Sebuah lagu hiburan untuk masyarakat Batavia yang glamour, “rame-rame” sampai  jauh malam hingga pesta terakhir dan alam tropis kembali tenang. Melamun membiarkan pohon beringin dengan daun tebal bergantung di air, bulan tinggi disurga, angin malam membelai dedaunan yang bersinar dari cahaya yang terpolarisasi. Air Kanal Macan tetap beriak; Baik itu karena budak yang sedang mandi, Baik itu di bawah kano nelayan, Baik itu di perahu orang Tionghoa, yang di lantai perahu bersembunyi opium yang diselundupkan.

Malam di Kanal Macan
Malam di Kanal Macan
Topic: