Skip directly to content

Seri ID 026

on Sat, 07/23/2016 - 04:30
Rumah Sakit Tionghoa di Batavia
Rumah Sakit Tionghoa di Batavia

Siang yang demikian terik tentunya akan menjadi segar dengan bir. Mereka berbincang bertiga menghabiskan tiga botol bir dan akhirnya Poh An dan Jing Bing minta pamit. Dokter Jan de Put mempersilahkan sinshe Tan beristirahat karena baru saja menempuh perjalanan yang panjang. Poh An mengantarkan Jing Bing ke kamarnya yang terletak dibelakang rumah sakit diantara tembok-tembok bangunan.

“Apakah kau akan istirahat?” tanya Poh An sambil meletakkan tas Jing Bing yang dibawanya. “Nanti malam akan ada Gambang Kromong di rumah kapiten Nie Hoe Kong sebagai penyambutan Junk yang datang dari Fujian yang kau tumpangi. Dulu orang Tionghoa biasanya selalu mengadakan pertunjukan wayang Potehi kalau ada junk datang, tetapi sejak Nie Hoe Kong jadi kapiten diganti dengan Gambang Kromong.” kata Poh An sembari duduk dibangku. Disanalah kesempatan untuk berkenalan dengan pejabat-pejabat Tionghoa orang-orang kaya di kota ini.

“Gambang Kromong itu apa?”  tanya Jing Bing.

“Itu orkes baru campuran musik tradisional Tiongkok dan Nusantara yang sering diperkenalkan oleh Kapiten Nie Hoe Kong. Asyik deh nanti kau akan senang.” Jawab Poh An.

“Jangan heran jika nanti banyak Tionghoa yang tidak dapat berbahasa Hokien atau Han Yu dengan baik, apalagi berbahasa Hockcia, karena mereka yang kelahiran Batavia sudah tidak menggunakan bahasa kita, kau harus belajar bahasa Melayu disini agar dapat berbicara dengan mereka” sambung Poh An menjelaskan keadaan di Batavia.

“Ya aku dengar dari Cuncu – Nakoda – begitu.”. Di dalam hatinya Jing Bing membatin “Disini merupakan tanah yang baru bagiku…aku tak ingin kembali ke Fujian yang sudah menjadi Jajahan Manchu dan tidak ada kemerdekaan lagi.”.

“Baik aku akan istirahat untuk pertunjukan nanti malam karena aku sangat lelah diperjalanan dengan junk. Nanti malam jemput aku….. aku juga ingin ketemu kapiten dan berbincang-bincang tentang masalah kesehatan di kota ini.”. Poh An pun berpamitan untuk pergi.

Kamar Jing Bing demikian bersih. Dan dia beristirahat di atas dipan  yang ditutup kelambu untuk menghalau nyamuk. Kota yang sarat dengan masalah kebersihan ini pasti memiliki masalah yang berat dengan nyamuk. Dia Ingin tahu semua dari mereka yang telah lama tinggal di kota ini. Jing Bing pun beristirahat.