Skip directly to content

Gereja Sion 2

Orang Mardijker sekarang sudah terserap menjadi penduduk Jakarta pada umumnya. Mereka adalah golongan bawah di Batavia yang mengisi dan menggerakkan ekonomi kota disamping orang Tionghoa dengan perdagangannya. Mereka memiliki budaya, cara berpakaian yang berbeda. Pada waktu gereja ini di bangun 1695, bahasa sehari-hari di Batavia adalah Bahasa Portugis dan Bahasa Melayu sebagai komunikasi antar bangsa. Karena itu keberadaan orang Mardijker sangat penting di Batavia. Dari Kisah ini tentu kita rasakan bahwa gereja Sion merupakan gereja bersejarah yang sarat akan kisah masa lalu

Bentuk luar gereja Sion masih sama dengan bentuk semula. Bentuk bangunan ini tidak pernah ada di Eropa sehingga tidak berlebihan jika kita berani mengatakan sebagai gaya ‘Arsitektur Batavia’. Seperti bangunan di dalam tembok kota, bentuk arsitektur ini memang sederhana tetapi sebenarnya arsitektur Batavia adalah ‘Arsitektur Pencarian Bentuk Baru’ untuk mengadaptasi bangunan dari iklim dingin di Eropa ke iklim Tropis Nusantara.

Keunikan di exterior bangunan juga di lanjutkan ke Interior bangunan. Balkon diatas Pintu Masuk dari Utara yang dulu adalah pintu masuk utama terdapat orgel. Orgel ini sangat tua tetapi masih berfungsi. Tuts orgel terdiri dari dua tingkat dan masih berbunyi dengan baik. Di atas tuts ini terdapat tombol-tombol suara dari kuningan dan juga berfungsi dengan baik. Sangat sulit menemukan gereja tua di Indonesia dengan keadaan orgel yang masih sangat utuh. Sebagai pompa angin yang dulu  di pompa dengan injakan kaki sekarang di ganti dengan mesin pompa angin. Walaupun demikian tidak menghilangkan kesakralan gereja ini.

Interiornya terdapat enam kolom dari batu Bata yang di atasnya adalah konstruksi kayu yang di sambung dengan indah. Tempat duduknya terdiri dari kursi yang sangat tua dan berwarna hitam sesuai dengan warna kayu pada mimbar yang membawa ke suasana sangat sakral. Bentuk kursi, balkon mimbar dan jendela-jendelanya bergaya gotik yang diadaptasi dengan suasana tropis. Keempat gereja di dalam tembok Batavia sudah hilang tanpa bekas. Karena Gereja Sion ini adalah satu-satunya gereja yang masih ada, kita dapat meraba bahwa suasana gereja yang sudah tiada ini dapat dibaca dari suasana sakral Gereja Sion.

Dari wawancara dengan penjaga gereja, bangunan ini sangat jarang dikunjungi wisatawan. Ada beberapa wisatawan dari Belanda yang berkunjung dan mengagumi keindahannya, tetapi tidak ada wisatawan lokal yang kesana. Memang bangunan ini nampak menyendiri dari gegap gempita preservasi kota tua Jakarta yang meliputi museum sejarah Jakarta sampai dengan pasar ikan dan museum bahari. Preservasi kota lama adalah mengungkap sejarah yang sudah dilupakan. Tanpa usaha preservasi secara menyeluruh, akan banyak bagian sejarah yang hilang. Karena itu preservasi kota tua seharusnya mencakup Gereja Sion yang demikian terpencil. Apalagi di sekitar gereja Sion masih terdapat sisa-sisa bangunan tua yang sampai sekarang masih berfungsi dengan baik. Preservasi Gereja Sion dan lingkungan di sekitarnya akan mengungkap banyak bagian-bagian menarik di luar tembok kota sebagai bagian dari Batavia.

Sungguh, ada baiknya anda berkunjung ke Gereja Sion untuk melihat suasana religius di Batavia, kota tua Jakarta.

Orgel Tua
Orgel Tua
Topic: