Skip directly to content

Seri ID 029

on Tue, 09/27/2016 - 06:27
Gambang Kromong
Gambang Kromong

Poh An yang berada di belakang Jing Bing membisikinya “Dia itu dokter Herman van Santen. Dia adalah kepala rumah sakit kota, sekaligus dokter kepala di Batavia dan dokter muda, Samuel Christiaan Kriel seorang dokter bedah atau Chirurgijn. Sedang satunya lagi dokter Jan de Put sudah kau kenal siang tadi. Dokter van Santen inilah yang menginginkan kedatangan seorang Sinshe yang pandai dari Fujian, pemikiran dokter ini terbuka dan baik kepada orang Tionghoa. Dia sudah sangat pusing dengan penyakit panas dingin yang disebut Malaria dan berjangkit di Batavia selama ini. Dengan jumlah Dokter yang terbatas maka dia mengambil keputusan untuk memanggil Sinshe. Walaupun sinshe bukan dokter, tetapi diharapkan dapat membantu pengobatan orang Tionghoa.” bisik Poh An.

Dokter Herman van Santen berbicara kepada Kapiten Nie Hoe Kong dan para letnan dengan Bahasa melayu yang Jing Bing tidak paham karena dia hanya dapat berbicara Hockcia, Hokien dan Han Yu. Disini tampak benar peran Poh An dalam menterjamahkan kepada nya. Dokter Herman van Santen adalah sahabat Professor Boerhaave, dekan fakultas Kedokteran di Universitas Leiden yang termashjur.

Dari terjemahan Poh An, Jing Bing mengetahui bahwa banyak kelasi yang mati karena penyakit ini. Ini gara-gara daerah luar tembok yang di sebut Ommelanden tidak tertata dengan baik dan banyak lumpur yang menyumbat aliran air kanal-kanal Batavia. Air ciliwung yang sudah keruh harus dicemari dengan sampah pabrik gula dan arak yang bertebaran di sekitar kota ini. Keadaan lingkungan  di ommelanden terlanjur rusak dan itu berpengaruh ke Batavia.

Kapiten Nie Hoe Kong memperkenalkan Jing Bing kepada dokter Herman van Santen. “Seorang sinshe dengan ramuan obat tradisional tiongkok diharapkan dapat membantu rumah sakit Tionghoa karena di Batavia kami benar-benar kekurangan tenaga medis” Kata dokter Van Santen sambil mengulurkan tangan menyalami Jing Bing di susul Dokter Jan de Put dan dokter  Kriel.

“Ik juga belum lama tiba di Batavia sinshe” kata dokter Kriel dalam bahasa Belanda. Tentu saja Jing Bing tidak mengerti. Tetapi, langsung dokter Jan de Put menterjemahkan dalam bahasa Han Yu. Dokter kriel biasa dipanggil Samuel oleh rekan sesama dokter, umurnya masih muda tetapi sebagai ahli Bedah dia sangat pandai. Wajahnya ramah dan sopan dan pikirannya penuh idealism untuk mengabdikan diri pada profesinya. Dokter muda ini Chirurgie, lulusan Universitas Leiden murid professor Bernhard Siegfried Albinus (1697-1770) yang sangat terkenal. Pada waktu itu universitas Leiden adalah satu-satunya perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu bedah sebagai salah satu pelajaran dalam ilmu kedokteran di Eropa.