Skip directly to content

Seri ID 032

on Tue, 11/29/2016 - 07:28
Salah Satu Sudut Jalan Utrecht
Salah Satu Sudut Jalan Utrecht

“Tenang Kapiten, tidak semua opsir VOC kasar seperti itu. Dia itu polisi brengsek yang suka memeras, mencari-cari kesalahan orang, bahkan membalikkan orang yang benar menjadi bersalah. Itulah wajah polisi kota ini yang penuh dengan korupsi. Sedang Gubernur Jendral Patras dalam keadaan sakit-sakitan karena udara Batavia yang tidak sehat, sehingga tidak pernah peduli akan korupsi yang merajalela.” kata Dokter Herman van Santen menghibur. Memang Gubernur Jendral Abraham Patras akhir-akhir ini selalu curiga terhadap Jung yang mendarat, kalau - kalau membawa immigrant dari Tiongkok, dia  menyelidiki penumpang yang dibawa 14 Junk termasuk Junk yang membawa Jing Bing.

“Sebenarnya aku sudah lapor juga ke atasannya opsir baljuw Adriaan Jubbels dan memberinya uang sogok tapi kok masih begitu, apa dia tidak dapat bagian, atau bagiannya sedikit?” kata Letnan Nio Kanko.

“Kelihatannya belum dapat bagian jadi kasar begitu. Sebenarnya kan bisa sopan, apalagi dengan seorang Kapiten.” kata dokter Jan de Put.

“Semua di Batavia harus bayar dokter Jan! Begitu rusaknya moral opsir baljuw disini. Mereka demikian rakus sampai lupa dirinya adalah manusia yang bisa mati. Semua dapat diatur dengan uang, semua menjadi bejat dan tidak ada nilai moralnya.” timpal Dokter Herman van Santen sambil  bersungut.

Di Batavia yang saat ini tidak bersahabat dengan orang Tionghoa, ternyata masih ada orang yang simpatik seperti para dokter ini. Memang tidak dapat di sama ratakan bahwa orang Belanda itu jelek dan jahat. Para dokter ini memperlihatkan sikap yang baik pada semua orang, sebuah sikap dokter yang profesional.

Malam bertambah pekat, pertunjukan orkes Gambang Kromongpun berakhir, para pemain musik menyimpan kembali alat musiknya. Para tamu harus kembali sebelum Pintu gerbang kota di tutup. Suasana jalan pun hening dan gelap. Pedagang kaki lima yang tadi berjualan didepan rumah sakit, sudah pergi. Obor jalan yang tadi menyala sudah kehabisan minyak. Bagi Jing Bing, sungguh hari pertama di Batavia yang menegangkan. Air kanal tampak kemilau ditimpa cahaya rembulan diatasnya. Orang yang berjalan menuju kerumahnya tampak kelelahan dan ada yang sedikit mabuk.