Skip directly to content

3. Hotel de Provence

Pada tahun 1828 rumah itu dibeli dua pengusaha Perancis bernama A. Chaulan dan J.J. Didero. Kedua orang ini agaknya memang berusaha di bidang perhotelan, sebab mereka mempunyai sebuah losmen di Bidara Cina. Nama Chaulan diabadikan untuk nama Gang Chaulan. Penduduk lama kota Jakarta mengenal gang itu dengan nama jalan Kemakmuran, yang kemudian berganti nama lagi menjadi jalan Hasyim Ashari.

Mula-mula hotel itu dikenal dengan nama Hotel Chaulan saja; kemudian menjadi Hotel de Provence (1835) untuk menghormati daerah kelahiran pemiliknya. Pada tahun 1841, anak Chaulan, Etienne, mengadakan perseroan dengan seorang bernama Deelman, Nama itu masih bisa dikenali sampai sekarang dalam kata delman, kendaraan hasil rekaannya dalam bengkel keretanya. Pimpinan baru, C. Denninghoff, membaptisnya menjadi Rotterdamsch Hotel pada tahun 1854.

Nama Hotel des Indes yang membawanya ke puncak ke kemegahan diresmikan dengan akta pada tanggal 1 Mei 1856. Menurut Dr. de Haan, penulis buku Oud Batavia yang terkenal, nama baru ini merupakan hasil kasak-kusuk penulis Multatuli dengan pemilik hotel. Konon Multatuli yang sempat tinggal sementara di hotel itu, tak melewatkan kesempatan untuk membujuk pemiliknya agar mengganti nama hotelnya menjadi "des Indes".

Hotel des Indes Guest Pavilliun
Hotel des Indes Guest Pavilliun