Skip directly to content

Seri ID 001

on Tue, 11/25/2014 - 06:02
Batavia di Abad ke 18
  1. Pembuka

Sejarah selalu merujuk kepada ruang dan waktu yang tak terbatas, dari guratan hidup sekelompok manusia, seorang manusia, sekelompok kota, sebuah kota, sekelompok bangunan, sebuah bangunan, dan semua yang mengalir mengisi kehidupan. Sejarah ruang merujuk pada pengalaman manusia dalam waktu yang silih berganti dari suatu periode ke periode yang lain. Pengalaman yang tidak tercatat dan berbentuk tapi dapat disentuh oleh rasa, intuisi untuk diraba dan dituliskan kembali menjadi rangkaian goresan dalam ruang dan waktu.  Maka dari itu, sejarah ruang bukan hanya mengangkat ruang yang dingin dan mati, tapi kehidupan sehari-hari yang sudah lama di lupakan. Sejarah ruang membuka lagi episode yang sudah di tutup, dan dianggap sudah selesai.

Adalah manusia di kota Batavia yang memiliki sejarah ruang yang gelap dari sebuah periode yang tidak jelas dan terlepas dari nalar manusia. Dalam sejarah ruang diangkat sebuah pengalaman “ber-kota” yang menjadi tempat persinggungan berbagai bangsa. Misteri ruang yang tidak dapat dijawab secara sederhana. Karena persinggungan berbagai bangsa tadi menyangkut masalah sosial politik yang rumit. Membutuhkan sebuah metoda khusus yang bagaikan roda kereta berderit-derit mencari peradaban manusia yang paling hakiki.

Rajutan antara ruang dan waktu dalam sejarah merujuk pada suatu tempat tertentu yang memiliki bentuk, nafas dan bahkan suara dari sebuah peradaban, pertemuan berbagai bangsa. Rajutan tadi dapat dipuja dan dapat dikutuk tergantung dari pengalaman manusia. Karena itu sejarah ruang sebagai tulisan akan pengalaman manusia sangat relatif. Sayang banyak kisah ruang yang dikubur oleh kekinian yang semena-mena mengubur sejarah sehingga orang tidak mengenalinya lagi. Akhirnya peradaban itu sendiri terputus dari ruang yang melahirkannya. Pengalaman “ber-kota” menjadi tidak berbekas dan manusia hidup tanpa tahu asalnya. Akibatnya manusia lupa akan rahim ibunya, menghancurkan asal-usul yang seharusnya dipegang teguh sebagai suatu panduan untuk melangkah.