Skip directly to content

Gambaran Batavia – Kota Tua Jakarta

Batavia adalah nama lama Jakarta, ibukota Indonesia. Batavia dibangun tahun 1619 oleh gubernur jendral  Jan Pieterzoon Coen di lokasi yang sebelumnya adalah istana Pangeran Jayakarta.

Kota yang luasnya 1,1 kilometer persegi pernah dalam sejarahnya mengalami beberapa tragedy seperti wabah malaria serta pembunuhan orang Tionghoa tahun 1740 oleh orang Belanda. Kotanya dibakar dan setelah tragedi ini orang Tionghoa harus tinggal di luar tembok kota.

Di samping bangunannya banyak yang tidak terurus, Kota Tua Jakarta juga mengalami berbagai masalah lingkungan, seperti Kali Besar. Sungai yang membelah kota lama Jakarta menjadi dua ini airnya stagnan. Padahal dulu dapat dipakai kapal untuk berlabuh. Diujung sungai ini adalah pelabuhan Sunda Kelapa, pelabuhan yang sama tua nya dengan Batavia.

Pusat Batavia adalah balai kota yang sekarang menjadi Museum Sejarah Jakarta yang memiliki mebel antik. Di depan museum adalah alun-alun yang luas dikelilingi oleh bangunan tua seperti Museum Wayang dan deretan rumah toko yang salah satunya adalah café Batavia.

Anatomi bentuk kota Batavia secara total berubah ketika Daendels berkuasa. Dia mendapat tugas pemerintah Belanda untuk menciptakan Batavia yang sehat. Dia menghancurkan banyak bangunan penting  termasuk tembok kota, benteng atau kastil disebelah utara, dan memindahkan gereja utama dan rumah sakit ke selatan beberapa kilometer dari tembok kota.

Kemudian tapak gereja utama menjadi Museum Wayang. Di awal abad ke 20, banyak bangunan art-deco yang dibangun menggantikan bangunan yang berdiri sejak Batavia dibangun. Bentuk kota Batavia benar-benar hilang, sungguh disayangkan.

Sekarang Batavia adalah daerah yang rusak di utara Jakarta. Walaupun pemerintah mencoba merevitalisasi, sebagian besar kota masih merupakan puing. Pada siang hari kotanya mengalami kemacetan lalu-lintas yang parah, tetapi dimalam hari menjadi kota yang sepi. Hanya kalau ada acara yang diadakan di depan alun-alun Musem Sejarah Jakarta, bagian kota ini menjadi ramai.

Proyek revitalisasi yang dilakukan pemerintah haruslah memperhitungkan masalah lingkungan ini. Peninggalan kota tua Batavia menunjukkan abad ke 17 yang masih bisa dilihat adalah Rumah Pengerakan Sebelah Barat yang lokasinya di tembok kota. Saat ini bangunan ini adalah Museum Bahari. Di selatan kota juga ada bangunan penting seperti stasiun kota.

Kota lama Jakarta dapat di telusuri dengan jalan kaki atau sepeda yang dapat anda sewa. Di siang hari anda dapat  pergi ke Glodok, disana banyak penjual makanan. Sepanjang jalan Pancoran ada toko yang menjual obat tradisional Tionghoa dan peralatan sembahyang kelenteng

Glodok masih menunjukkan kehidupan lama orang Tionghoa di kota tua Jakarta. Jangan lupa disini juga mengalami kemacetan lalu-lintas dan pengendara yang tidak disiplin. Tetapi bagaimanapun kekurangannya, Glodok adalah tempat yang menarik orang dari seluruh Nusantara bahkan Asia. Itulah mengapa orang belum merasakan Jakarta kalau belum pernah ke Glodok.

Petak Sembilan Alley, Glodok
Gang Petak Sembilan, Glodok