Skip directly to content

Novel

To read more please click the title or the picture.
Title The storysort descending
1 Prelude
1 PembukaBatavia di Abad ke 18
Batavian Shop-house and Terrace-house
Rumah Toko dan Rumah Teras Orang Batavia
2. Fuqing
2. FuqingJalan Sempit di Fuqing
Seri ID 001
  1. Pembuka

Sejarah selalu merujuk kepada ruang dan waktu yang tak terbatas, dari guratan hidup sekelompok manusia, seorang manusia, sekelompok kota, sebuah kota, sekelompok bangunan, sebuah bangunan, dan semua yang mengalir mengisi kehidupan. Sejarah ruang merujuk pada pengalaman manusia dalam waktu yang silih berganti dari suatu periode ke periode yang lain. Pengalaman yang tidak tercatat dan berbentuk tapi dapat disentuh oleh rasa, intuisi untuk diraba dan dituliskan kembali menjadi rangkaian goresan dalam ruang dan waktu.

Series EN 001
  1. Prelude

History always refers to unlimited space and time, a man, a group of man, a town, a collection of town, a building, an assembly of building, and all that flow to fill the life, the sketch of life.

Spatial History denotes human’s experience in changing times, alternating from one period to another period. Unrecorded and shaped occurrence but can be touched by the sense, a tinted and rewritten intuition, a series of sketch in space and time. That is why spatial history is not only about a cold and dead space, but long forgotten daily life.

Series EN 027Captain Nie Hoe Kong's House

 

  1. Evening Reception

That night the moon was not full, a little cloud covered on the tip of her scythe. The little cloud covered the bright sky. The torch spread around seemed to welcome Jing Bing from a long trip. In front of the hospital adjacent to the women's prison, people walked back and forth selling a variety of foods. The living city was not a city filled with beautiful buildings but empty of human beings.

Seri ID 027Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

 

  1. Malam Penyambutan

Malam itu bulan tidak penuh, tertutup awan sedikit pada ujung sabitnya. Awan yang sedikit menutupi terang langit. Lampu-lampu obor jalan bertebaran seakan menyambut Jing Bing dari perjalanan jauh. Didepan Rumah sakit yang bersebelahan dengan penjara wanita tampak orang berjualan hilir mudik menjajakan berbagai macam makanan. Kota yang hidup bukanlah kota yang penuh dengan bangunan indah tapi kosong melompong dari manusia.

Pages