Skip directly to content

Novel

To read more please click the title or the picture.
Title The story
Seri ID 030Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

Semakin malam suasana halaman rumah kapiten Nie Hoe Kong bertambah meriah. Penduduk yang menyaksikan musik Gambang Kromong bertambah banyak. Suara orkes alat musik Gesek Tehyuan, Kongahyan dan sukong yang sering terlihat di Tiongkok dibarengi dengan Gong, gendang, suling, boning, krecek dan rebab sebagai musik tradisional nusantara semakin syahdu mengiringi lagu-lagu yang penuh humor. Sebuah ensemble yang harmonis untuk melahirkan musik yang menawan. Gadis-gadis nan cantik memainkan Tehyuan dengan tangan cekatan, badannyapun mengayun mengikuti irama di timpa suara penyanyinya.

Series EN 030Captain Nie Hoe Kong's House

The more late the night, the atmosphere in Captain Nie Hoe Kong’s front yard increasingly festive. Residents who came to see the Gambang Kromong music increase in number. The sound of stringed musical instrument orchestra Tehyuan, kongahyan and sukong, often seen in China, coupled with Gong, drums, flutes, boning, krecek and rebab as traditional music of the archipelago became more serene accompanied the songs that were full of humor. A harmonious ensemble to deliver captivating music. Pretty girls played Tehyuan with a deft hand, her body swung following the rhythm overrode by the song.

Seri ID 029Gambang Kromong

Poh An yang berada di belakang Jing Bing membisikinya “Dia itu dokter Herman van Santen. Dia adalah kepala rumah sakit kota, sekaligus dokter kepala di Batavia dan dokter muda, Samuel Christiaan Kriel seorang dokter bedah atau Chirurgijn. Sedang satunya lagi dokter Jan de Put sudah kau kenal siang tadi. Dokter van Santen inilah yang menginginkan kedatangan seorang Sinshe yang pandai dari Fujian, pemikiran dokter ini terbuka dan baik kepada orang Tionghoa. Dia sudah sangat pusing dengan penyakit panas dingin yang disebut Malaria dan berjangkit di Batavia selama ini.

Series EN 029Gambang Kromong

Poh An who sat behind Jing Bing whispered "He is doctor Herman van Santen. who is the head of the city hospital, and head physician at Batavia and the young doctor, Samuel Christiaan Kriel a surgeon or Chirurgijn. The other one is of course doctor Jan de Put whom  you already know this afternoon. It is Doctor van Santen who wanted to call a good Sinshe from Fujian, this open mind doctor was kind to the Chinese. He's been so dizzy with chills disease called malaria that is contagious in Batavia now. As the number of doctors was limited, he decided to call a Sinshe.

Seri ID 028Pemandangan Dari Kali Besar Ke Jalan Utrecht

“Selamat datang Sinshe Tan.” Nie Hoe Kong dalam bahasa Hokien menyambut Jing Bing dengan sopan. Mempersilahkannya duduk di sebelahnya. Diteras yang luas itu terdapat beberapa kursi untuk para tamu yang terhormat mengelilingi meja besar dan bundar.

“Aku harap Sinshe akan krasan di Batavia.” sambungnya. Wajahnya bersinar-sinar gembira.

“Di Kota ini sedang banyak mengalami masalah baik kejahatan ataupun kesehatan.” timbrung letnan Nio Kanko.

“Banyak orang terkena sakit misterius.” Nie Hoe Kong menambahkan.

“Apakah mungkin bisa dijelaskan kapiten?” tanya Jing Bing menyela.  

 “Kota ini sejak

Series EN 028The View from Kali Besar to Utrecht Street

"Welcome Sinshe Tan." Nie Hoe Kong welcomed  Jing Bing politely in Hokienese. He invited the Sinshe to sit beside him. At the vast terrace there were a few seats for distinguished guests surounded a large and round table.

"I hope Sinshe will be at home in Batavia." He continued, his face was shinning happily.

"In this city there were a lot of crime and health problems." Interfered lieutenant Nio Kanko.

"Many people get a mysterious illness." Nie Hoe Kong added.

"Could you explained what illness lieutenant?" Jing Bing interrupted.

"Since more than a year this city was hit by problems of

Seri ID 027Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

 

  1. Malam Penyambutan

Malam itu bulan tidak penuh, tertutup awan sedikit pada ujung sabitnya. Awan yang sedikit menutupi terang langit. Lampu-lampu obor jalan bertebaran seakan menyambut Jing Bing dari perjalanan jauh. Didepan Rumah sakit yang bersebelahan dengan penjara wanita tampak orang berjualan hilir mudik menjajakan berbagai macam makanan. Kota yang hidup bukanlah kota yang penuh dengan bangunan indah tapi kosong melompong dari manusia.

4. Malam PenyambutanPemandangan dari Kali Besar

Malam itu bulan tidak penuh, tertutup awan sedikit pada ujung sabitnya. Awan yang sedikit menutupi terang langit. Lampu-lampu obor jalan bertebaran seakan menyambut Jing Bing dari perjalanan jauh. Didepan Rumah sakit yang bersebelahan dengan penjara wanita tampak orang berjualan hilir mudik menjajakan berbagai macam makanan.

Series EN 027Captain Nie Hoe Kong's House

 

  1. Evening Reception

That night the moon was not full, a little cloud covered on the tip of her scythe. The little cloud covered the bright sky. The torch spread around seemed to welcome Jing Bing from a long trip. In front of the hospital adjacent to the women's prison, people walked back and forth selling a variety of foods. The living city was not a city filled with beautiful buildings but empty of human beings.

4. Evening ReceptionThe View from Kali Besar

That night the moon was not full, a little cloud covered on the tip of her scythe. The little cloud covered the bright sky. The torch spread around seemed to welcome Jing Bing from a long trip. In front of the hospital adjacent to the women's prison, people walked back and forth selling a variety of foods. The living city was not a city filled with beautiful buildings but empty of human beings.

Pages