Skip directly to content

Novel

To read more please click the title or the picture.
Title The story
Seri ID 008Gang di Depan Rumah Marga Tan

Marga Tan sendiri terdiri dari banyak keluarga yang terhitung sebagai pendiri kota Fuqing. Dari semenjak jaman dinasti Ming keluarga Tan sangat berwibawa dan di hormati oleh marga-marga yang lain. Mereka telah turun temurun dan menyebar di provinsi Fujian dan bahkan ke Nusantara. Di Fuqing sendiri mereka mereka berkumpul di tengah kota menguasai perdagangan dan pengobatan.

* * *

Di jalan yang sempit, didalam perkampungan padat di tengah kota Fuqing,  berbelok-belok dan tersusun dari batu, tampak orang-orang miskin bergerombol membuang waktu dengan mengobrol.

Series EN 008

The Tan clan itself consisted of many families were considered as the founder of the Fuqing city. Since the Ming Dynasty the Tan family had been very authoritative and respected by the other clans. They had been hereditary and spread in Fujian province and even to the archipelago. In Fuqing they lived the city center, controlled trade and medical treatment.

* * *

In the narrow streets, in dense neighborhoods in the Fuqing city center, having many curves and composed of rock, poor people clustered waste time chatting. This alley intersection was comfortable for chatting.

Seri ID 007Permukiman di Fuqing yang Padat

Sementara itu orang lalu lalang dibawah Pailou – Gerbang Kota -  yang berdiri tegak sejak beberapa ratus tahun yang lalu. Mereka biasanya petani yang membawa sayuran ke kota. Sesungguhnya daerah luar kota Fuqing memiliki tanah yang makmur, dengan sawah yang menghampar mencukupi kehidupan rakyatnya. Tetapi pemerintah seakan mengacuhkan kemakmuran ini.

Fuqing kota yang padat, penuh sesak dengan pedagang dan bercampur-baur dengan pengemis, tidak pernah sepi dan selalu hidup.Rumah dimana para pedagang berjualan, penuh dengan barang dagangan, tampak kotor dan berdebu.

Series EN 007

While the people passing under the Pailou – the city Gate - that stood since a few hundred years ago. They were usually farmers who bring vegetables to the city. Indeed, outside the area of Fuqing city had a prosperous land, with rice fields extended fulfilling people’s daily live. But the government seemed to ignore this prosperity.

Fuqing was a crowded city, crowded with merchants and mingled with beggars, never quiet and always alive. The building where traders sold filled with merchandise, looked dirty and dusty.

Seri ID 006View Yang Lain dari Sungai Naga

Fuqing adalah kota yang penuh dengan mandarin yang korup. Mereka adalah para pegawai pemerintah yang kotor tangannya dengan uang yang didapat dibawah meja. Pada tahun yang buruk ini, sungai naga menampakkan kemuramannya. Para Mandarin yang berkuasa murka karena pemberontakan bergejolak tiada akhir. Sebenarnya jaman kaisar Yongzheng ini adalah pertengahan dinasti Qing yang diwarnai dengan banyak kemajuan. Sayang, kemajuan dan kemakmuran ini tidak mampu menjangkau semua rakyat terutama di Tiongkok Selatan yang masih banyak kemiskinan.

Series EN 006

Fuqing was a city full of corrupt mandarins. They were public servants whose dirty hands with money obtained under the table. In the bad year, Dragon River was revealing his gloom. The wrath of the mandarin was because of endless turbulent uprising. Actually, the era of Emperor Yong zheng in the mid of the Qing Dynasty was tinged with a lot of progress. Unfortunately, progress and prosperity were not able to reach all people, especially in southern China were still a lot of poverty. The achieved prosperity was not accompanied by a clean and honest life.

Seri ID 005Sungai Naga, Fuqing

Ditengah keinginan pergi dari tanah airnya adalah anak manusia Fuqing yang memberontak terhadap kaisar Manchu nun jauh di Kota terlarang - Beijing. Pemberontakan adalah darah yang mengalir, tiada henti, membela kebenaran angin surga dan kemuliaan. Mereka adalah pejuang-pejuang kehidupan yang gigih, pantang menyerah dan selalu konsisten pada cita-citanya. Jiwa perjuangan ini membuat orang Fuqing selalu berpijak pada pengharapan baru, mencari dunia baru yang jauh dari tanah airnya.

Kota Fuqing dikelilingi bukit, yang bagaikan naga mengelilingi dan menjaga kota ini, pernah bersinar di dinasti

Series EN 005

Amid the desire away from their homeland were the sons of Fuqing who rebelled against the Manchu emperor far away in the Forbidden City - Beijing. Rebellion was the blood that flows, relentless, defending truth and glory of heavenly wind. They were fighters persistent life never gave up and always be consistent in their ideals. The soul of this struggle made people of Fuqing always grounded in new hope, looking for new worlds away from his homeland.

Fuqing city, surrounded by hills, which was like a dragon surrounded and protected it, was ever shining in the Ming dynasty (1368-1644 AD). The

Rumah Toko dan Rumah Teras Orang Batavia (2)

Di dalam tembok kota Batavia semua rumah-rumah nya adalah rumah toko dan rumah teras. Dari peta tahun 1733 tergambar dengan jelas bahwa semua rumah didalam tembok kota tidak memiliki halaman dan berbatasan langsung dengan Jalan. Ini menunjukan wilayah didalam tembok memiliki kepadatan yang tinggi. Itulah mengapa para pejabat VOC membangun rumah-rumah baru di sepanjang Molenvliet, sekarang dinamai jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Berbeda dengan rumah toko di Pecinan yang pintu bagian depan terbuka selebar toko, di Batavia ruko-ruko terdiri dari beberapa jendela dan pintu yang lebar.

Batavian Shop-house and Terrace-house (2)

Within the walls of Batavia city, the houses were shop-houses and terrace-houses. From the map in 1733 illustrated clearly that all the houses within the walls did not have a yard and directly adjacent to the street. It shows the area within the walls had a high density. That's why VOC officials built new houses along Molenvliet, now named Gajah Mada and Jalan Hayam Wuruk streets.

In contrast to the shop-house in Chinatown that the front door was open as wide as the shop width, in Batavia shop-houses was not opened as wide as the shop width, but the facade had several wide windows and a wide

Pages