Skip directly to content

Novel

To read more please click the title or the picture.
Title The story
Batavian Shop-house and Terrace-house (1).

Shop-house or Ruko in Indonesian is a type of existing buildings throughout Indonesia, even in the remotest town. A shop-house usually has two or more levels that the ground floor is for shop and the floors above is for living. In the past because of construction limitations, a shop-house is only erected two floors. Now people built a shop-house up to three or four floors. There is also one story shop-house, of which the front part is for shop and the rear part is for living.

Batavian Shop-house and Terrace-house
Seri ID 003Kehidupan di Batavia

Mereka memilki agama yang berbeda. Orang Tionghoa yang beragama tradisional Tiongkok Kong Hu Cu atau Budha, bertemu dengan Belanda  yang Kristen. Bagi penguasa, agama seakan menjadi panglima pengatur tata cara hidup sehari-hari. Sedang bagi orang Tionghoa, agama tidak dirasakan sebagai penuh peraturan yang di gariskan oleh manusia tetapi hidup yang diatur oleh alam dan menyatu dengan Tuhan. Batavia menjadi bukan milik penguasa dengan agamanya yang penuh peraturan, tetapi Batavia adalah milik semua umat manusia yang hidup beragam budaya dan kepercayaan didalamnya.

Series EN 003Life in Batavia

They were characterized by different religions. Chinese people who believed in the traditional Chinese faith: Confucian or Buddhist, met with Dutch who were Christian. For rulers, religion seemed to be the chief regulator of the way of life. For the Chinese religion was not perceived as fully outlined by the humans’ regulations. But life was governed by the nature and blend with God. Batavia became not belong to the ruler with full religious rules, but Batavia belonged to all human beings who lived in diverse cultures and belief.

Seri ID 002Berbeda-beda di Kamar Lelang

Pada dasarnya peradaban kota adalah perbedaan budaya penghuninya yang menyatu penuh dengan kedamaian. Peradaban adalah keragaman manusia untuk saling mengerti dalam mengarungi kehidupan bersama-sama. Di dalam perbedaan, manusia disatukan oleh tujuan mendapatkan kesejahteraan bersama-sama. Kota yang beradab, memiliki penduduk yang berbudi, berkesopanan dan saling menghomati. Tetapi, kota yang beradab juga akan memberontak tatkala tempat sekelompok manusia disangkal dan dibuang dengan semena-mena.

Series EN 001
  1. Prelude

History always refers to unlimited space and time, a man, a group of man, a town, a collection of town, a building, an assembly of building, and all that flow to fill the life, the sketch of life.

Spatial History denotes human’s experience in changing times, alternating from one period to another period. Unrecorded and shaped occurrence but can be touched by the sense, a tinted and rewritten intuition, a series of sketch in space and time. That is why spatial history is not only about a cold and dead space, but long forgotten daily life.

1 PembukaBatavia di Abad ke 18
1 Prelude
Seri ID 001
  1. Pembuka

Sejarah selalu merujuk kepada ruang dan waktu yang tak terbatas, dari guratan hidup sekelompok manusia, seorang manusia, sekelompok kota, sebuah kota, sekelompok bangunan, sebuah bangunan, dan semua yang mengalir mengisi kehidupan. Sejarah ruang merujuk pada pengalaman manusia dalam waktu yang silih berganti dari suatu periode ke periode yang lain. Pengalaman yang tidak tercatat dan berbentuk tapi dapat disentuh oleh rasa, intuisi untuk diraba dan dituliskan kembali menjadi rangkaian goresan dalam ruang dan waktu.

Series EN 002Diversity in Auction Room

Basically a city civilization blends cultural differences between its inhabitants that united in peace. Civilization is the diversity of human beings to understand each other in crossing life together. In the differences, humans are united by the goal of getting welfare together. Civilized city, has a population that is virtuous, and mutual respect for polite behavior. However, a civilized city will also revolt when a group of its inhabitant are denied and disposed arbitrarily. People’s rebellion is the spatial history on the human life experience with the place and their identity.

Pages