Skip directly to content

Point of Interest

To read more please click the title or the picture.
Title The story
Jakarta-Bogor Naik KRL

Dari semenjak jaman Gubernur Jendral Gustaf von Imhoff di pertengahan abad ke 18 Bogor adalah tempat peristirahatan yang sejuk dan menjadi tujuan wisata. Walaupun hawanya sekarang sudah tidak sejuk lagi, tetapi tetap saja menjadi tujuan wisata. Akibatnya setiap hari Sabtu dan Minggu lalu-lintas di kota ini menderita kemacetan yang sangat parah

Dulu di Batavia orang belum mengenal bahwa air minum harus di masak sebelum di minum. Di Batavia orang masih mengambil air minum dari Kali Ciliwung yang kotor.

Jakarta-Bogor By KRL Train

Since the time of Governor General Gustaf van Imhoff in the mid 18th century Bogor was a cool resting place and a tourist destination. Although the weather is now no longer cool, but still it is a tourist destination. As a result, every Saturday and Sunday traffic in this city suffered severe congestion.

In the ancient time in Batavian did not know that drinking water must be cooked first. Batavian took drinking water from filthy Ciliwung River. The deposite of river water was precipitated and directly drunk without being cooked before, hence there were so many people got bellyache.

Tahun Baru Imlek dan Almanak 3

Almanak juga berisi daftar panjang ayat Konfusianisme pada setiap segi kehidupan, untuk membantu orang menjalani hidup mereka dengan benar, sesuai dengan tradisi. Bagian-bagian  almanak akan tampak aneh bagi orang Barat.

Chinese New Year and the Almanac 3

The almanacs also contain a long list of Confucian quotes for every occasion, in order to help people live their lives correctly, in accordance with tradition. Other sections of the almanac, however, seem even more peculiar to the western observer.

Tahun Baru Imlek dan Almanak 2

Almanak tahunan dihitung berdasarkan kalender tradisional telah diproduksi oleh Biro Astronomi / Astrologi sejak zaman kuno, model klasik yang disebut perlengkapan Bulanan (Yueling). Pembuatan almanak adalah hak istimewa negara dan sangat penting, dimana Putra Langit (kaisar) akan menunjukkan kemampuannya membaca kosmos dan membawanya untuk mengatur kekaisaran. Almanak-almanak itu begitu berharga sehingga diangkut dalam tandu dan disambut dengan sujud sebelum didistribusikan ke pejabat tertinggi; serta versi yang lebih sederhana tersedia untuk umum.

Almanak - almanak ini tetap sangat populer

Chinese New Year and the Almanac 2

Yearly calculated almanacs based on the traditional calendar have been produced by the Bureau of Astronomy/Astrology since ancient times, modeled upon the classic called the Monthly Ordnances (Yueling). The making of the almanac was the privilege of state power and a crucial function, by which the Son of Heaven would show his ability to read the cosmos and bring order to the empire. The almanacs were so precious that they were transported in sedan chairs and greeted with prostrations before being distributed to the highest officials; more simple versions were available to the public.

These

Tahun Baru Imlek dan Almanak 1

Tahun Baru imlek adalah selalu menjadi momen penting dalam kehidupan masyarakat Tionghoa di Jakarta dan Pecinan Glodok pada khususnya. Menyambut Tahun Baru rumah-rumah dibersihkan dan di beri pernak-pernik berwarna merah sebagai symbol harapan Tahun yang Baru akan memberi keberuntungan. Menyambut tahun baru juga banyak ramalan-ramalan berdasarkan Shio seseorang. Tulisan ini bukan meramal keberuntungan anda, tetapi membahas soal Kalender Tionghoa dan almanac yang menjadi dasar dari ramalan tadi.

Dalam kalender Tiongkok kuno, waktu dibagi menjadi siklus yang dapat diprediksi.

Chinese New Year and the Almanac 1

Lunar New Year is always an important moment in the life of the Chinese community in Jakarta especially in the China Town Glodok. Welcoming the New Year houses are cleaned and given red baubles as a symbol of hope that the New Year will give luck. In this time there are too many fortune tellings based someone’s Shio (12 astrological animal). This paper is not to predict your fortune, but to discuss the Chinese calendar and almanac that became the basis of fortune-telling.

Calendars in ancient China, time was divided into a predictable cycle.

Es Selendang Mayang

Kalau anda jalan-jalan di kota tua Jakarta, setelah memasuki berbagai museum anda pasti merasa lelah dan dahaga. Apalagi di siang yang sangat terik, tentu akan mencari minuman yang menyegarkan. Di pinggir alun-alun Museum Sejarah Jakarta banyak terdapat penjual minuman, salah satunya adalah penjual es selendang mayang. Cobalah satu gelas saja, harganya murah hanya Rp 6000, es selendang mayang tadi akan membuat anda segar dan perut juga kenyang. Mengapa? Itulah yang akan kami tulis disini.

Dari warnanya tentu sudah akan menarik karena ada warna Merah, Hijau, Putih dan yang dominan adalah

Ice Selendang Mayang

Selendang Mayang means shawl of a virgin, a name referring to a beautiful girl who dances.  If you go to the old city of Jakarta, after entering the various museums you must be tired and thirsty. Moreover, during the sweltering afternoon, you will look for a refreshing drink. On the edge of the square Jakarta History Museum there are many sellers of drinks, one of which is the ice Selendang Mayang. Try one glass, deal price only 6000 Rupiahs or US$ 0.6, ice Selendang Mayang is going to make you fresh and also full stomach. Why? That's what we write here.

Of the color it would have been

Pages