Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Storysort descending
Seri ID 001
  1. Pembuka

Sejarah selalu merujuk kepada ruang dan waktu yang tak terbatas, dari guratan hidup sekelompok manusia, seorang manusia, sekelompok kota, sebuah kota, sekelompok bangunan, sebuah bangunan, dan semua yang mengalir mengisi kehidupan. Sejarah ruang merujuk pada pengalaman manusia dalam waktu yang silih berganti dari suatu periode ke periode yang lain. Pengalaman yang tidak tercatat dan berbentuk tapi dapat disentuh oleh rasa, intuisi untuk diraba dan dituliskan kembali menjadi rangkaian goresan dalam ruang dan waktu.

Series EN 001
  1. Prelude

History always refers to unlimited space and time, a man, a group of man, a town, a collection of town, a building, an assembly of building, and all that flow to fill the life, the sketch of life.

Spatial History denotes human’s experience in changing times, alternating from one period to another period. Unrecorded and shaped occurrence but can be touched by the sense, a tinted and rewritten intuition, a series of sketch in space and time. That is why spatial history is not only about a cold and dead space, but long forgotten daily life.

Series EN 027Captain Nie Hoe Kong's House

 

  1. Evening Reception

That night the moon was not full, a little cloud covered on the tip of her scythe. The little cloud covered the bright sky. The torch spread around seemed to welcome Jing Bing from a long trip. In front of the hospital adjacent to the women's prison, people walked back and forth selling a variety of foods. The living city was not a city filled with beautiful buildings but empty of human beings.

Seri ID 027Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

 

  1. Malam Penyambutan

Malam itu bulan tidak penuh, tertutup awan sedikit pada ujung sabitnya. Awan yang sedikit menutupi terang langit. Lampu-lampu obor jalan bertebaran seakan menyambut Jing Bing dari perjalanan jauh. Didepan Rumah sakit yang bersebelahan dengan penjara wanita tampak orang berjualan hilir mudik menjajakan berbagai macam makanan. Kota yang hidup bukanlah kota yang penuh dengan bangunan indah tapi kosong melompong dari manusia.

The Emergence of a Town

According to Ong Tae Hae, Batavia was a low city, probably compared to the cities in China such as Shang Hai, and the dwelling houses are dense (Ong 1849: 6). She was founded in 1619 on the ruins of the former principality of Jayakarta. Occupation and domination are the elements inherent in any colonial establishment’s foundation; however, in the case of Batavia, either the native population chose to follow their own rulers Jayawikarta Prince and fled to nearby Banten, or they were simply chased away (Blusse, 1986: 3).

Before the town was occupied by VOC and named Batavia, at this place

Kehancuran Batavia LamaJatinegara 1941

Beberapa penulis yang pernah mengunjungi dan tinggal di Batavia menuliskan kesan-kesan mereka, baik tentang kehancuran Batavia setelah Daendels menjadi gubernur jenderal, maupun catatan tentang pinggiran Batavia setelah tembok kota di rumtuhkan sampai dengan tulisan tentang pariwisata di kota lama Batavia.

Sebelum Daendels datang Batavia mengalami kerusakan ekologi. Tetapi kerusakan ini tidak dapat disalahkan pada disain kota atau pada gempa bumi. Blusse menulis sebagai berikut:

Masalah yang mendasari kematian Batavia - transformasi dari sebuah kota yang sehat ke dalam kuburan - tidak harus

Munculnya Sebuah Kota

Menurut Ong Tae Hae, Batavia adalah kota dataran rendah sebanding dengan kota-kota di Tiongkok seperti Shang Hai, dan perumahannya sangat padat (Ong 1849: 6). Kota ini dibangun tahun 1619 di atas puing Kota Jayakarta. Penjajahan dan dominasi adalah sifat yang selalu melekat pada fondasi pembangunan semua pemerintahan colonial; tetapi, untuk Batavia penjajahan itu menjadi sulit diterapkan karena setelah Jayakarta di kalahkan, semua penduduk aslinya ikut melarikan diri bersama pemimpinnya Pangeran Jaya Wikarta ke Banten, atau mereka menghilang begitu saja (Blusse, 1986: 3).

Sebelum dirampas

Kerusuhan 1740Chinese Messacre infront of city hall of Batavia old Jakarta

Orang Tionghoa di Asia Tenggara menguasai perdagangan telah ditunjukkan dengan jung-jung mereka yang mendarat di pantai Pulau Jawa. Disertasi Blusse memiliki presentasi lengkap dalam kasus Batavia dan pasangannya Amoy di Tiongkok Selatan. Junk-junk tersebut yang mendarat di pantai Jawa Tengah dan Jawa Timur mungkin tidak berbeda dengan junk-junk yang mendarat di Batavia. Akibat dari pembunuhan orang Tionghoa tahun 1740 di Batavia, orang Tionghoa melarikan diri dan mencari perlindungan pada permukiman-permukiman Tionghoa lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dampaknya adalah, mereka membawa

Riot in 1740Chinese Messacre infront of city hall of Batavia old Jakarta

The Southeast Asian Chinese dominated trading had shown that Chinese junks landed on the coastal area of Java. Blusse’s dissertation has a complete presentation on the case of Batavia and her partner Amoy in south China. Those junk landed in the coastal area of Central and east Java would probably not much different to those landed in Batavia.

Due to the Chinese massacre in Batavia 1740, the Chinese escaped from the calamity to other Chinese settlement in central and East Java. As consequence they also brought political changes in the interior of the island.

Seri ID 019Seorang Tionghoa Pedagang Kelontong

“Anak muda, berlayar dari manakah? Kanton?” Tanya Cuncu dalam bahasa Hokien.

“Bukan, aku berlayar dari Xiamen.”

“Lho…kukira kapal tadi dari Kanton….” Sang nakhodapun melanjutkan “Ini kali pertama mengunjungi Ye Cheng?”

“Iya pak Cuncu, saya dengar Ye Cheng banyak orang Tionghoa ya?”

“Banyak, tapi lebih banyak yang tinggal di luar kota….Hanya orang Tionghoa yang kaya dan memiliki kedudukan di pemerintahan Kumpeni tinggal di dalam Kota” Kata sang nakhoda.

“Sudah berapa lama tinggal di Ye Cheng?” Tanya pemuda tadi.

“Aku lahir disini, ayah ku dari Fujian.”

“Orang Ye Cheng kebanyakan

Pages