Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
Seri ID 023Rumah Sakit Tionghoa di Batavia

Kota adalah kehidupan antara seorang pasien dengan Sinshe di rumah sakit. Itulah mengapa rumah sakit adalah pusat kehidupan dan bukannya balai kota yang dipenuhi penjara dan kekejaman terhadap yang terhukum. Rumah sakit adalah curahan  kasih sayang dari para pekerjanya terhadap pasien yang sekarat. Di rumah sakitlah segala persoalan, keberhasilan dan dampak politik kota bermuara. Penduduk sebuah kota belum tentu pernah mengunjungi balai kota tempat para politisi kota berada, banyak diantara mereka yang tidak pernah mengujungi gedung pengadilan atau penjara.

Series EN 023Chinese Hospital in Batavia

The city was life between a patient and a Sinshe at the hospital. That is why the hospital was the center of life rather than the town hall which was filled by prisons and atrocities against the inmate. The hospital was the outpouring of affection from workers on patients who were dying. At the hospital was all the problems, successes and political impact of the city emptied. Residents of a city was not necessarily visited the town hall where the city politicians were located, many of those never visited the courthouse or jail.

7. Bangunan UmumThe Governor of Batavia Anthony van Diemen (1593 - 1645)

Di antara gedung-gedung publik di Kanal Macan dihitung di tempat pertama adalah balai kota, yang dengan alun-alun sampai The watter-straat (Jalan Teh) atau Heeren- Straat. Selanjutnya, Sekolah Latin di Batavia yang umurnya pendek. Sekolah ini dibuka tahun 1642 pada pemerintahan Gubernur Jendral  Anthony van Diemen, dengan Rektor pendeta John Sterthemius dan selusin siswa. Façadenya berada di Tijgersgracht, tapi halaman - ada taman bermain yang besar dan sebuah rumah yang indah untuk rektor – terbuka ke belakang dengan gerbang batu ke Kanal Buaya.

7. Public BuildingsThe Governor of Batavia Anthony van Diemen (1593 - 1645)

Among the public buildings at Tiger was the town hall, of which square reached until the watter-straat (Tee Street) or Heeren- Straat. And then, the short age Latin School of Batavia. This school was opened in 1642 in the reign of Governor-General Anthony van Diemen, the rector was pastor John Sterthemius and a dozen students. Its façade was in Tiger Canal, but the yard - there was a large playground and a beautiful house for the rector – opened to the back side with a stone gateway to the Crocodile Canal.

Nilai Ekonomi SejarahAmphitheater in Pompeii

Sejarah hanyalah fakta masa lalu yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial budaya yang tidak ada nilai ekonomi. Ilmu sejarah adalah ilmu yang merekonstruksi peradaban masa lalu, masa yang sudah dilupakan orang dan terkubur dari kehidupan modern. Itulah mengapa banyak orang Indonesia tidak menghargai sejarah. Lihat, di Negara ini hanya segelintir perguruan tinggi yang memiliki jurusan sejarah, tidak imbang dengan negeri ini yang memiliki sejarah yang panjang, terbagi dalam puluhan periode dengan berbagai sejarah lokal karena bangsa ini terdiri dari beratus suku bangsa.

Tetapi menjadi lain

The Economic Value of HistoryAmphitheater in Pompeii

History is just old facts relating to the socio-cultural significances without economic value. It is the science of reconstructing the civilization of the past, which had been forgotten and buried from modern life. That is why many Indonesian do not appreciate the history. Look, in this country only a few universities have departments of history, do not draw with this country that has a long history, divided into dozens period with a variety of local history as this nation is made up of hundreds of tribes.

But it is different if history is associated with existing artifacts such as buildings

Seri ID 022Rumah Sakit Tionghoa di Batavia

Keduanya berjalan menuju perahu kecil yang parkir ditepi kanal.

“Bagaimana dengan keluarga saudara-saudaraku di Fuqing?“ Tanya Poh An dengan penuh kerinduan.

“Mereka masih mampu melaut tetapi keadaan di Fuqing semakin tertindas oleh Manchu dan antek-anteknya”. Jawab Jing Bing.

“Kalau di Batavia orang Tionghoa di tindas penguasa Belanda. Disini Sejak 6 Maret 1730 orang Tionghoa  dilarang membuka losmen, rumah menginap, rumah madat dan toko yang baru.

Series EN 022Chinese Hospital in Batavia

Both men walked toward a small boat parked by the canal.

"What about my relatives in Fuqing?" Asked Poh An with longing.

"They're still able to go to sea, but the situation in Fuqing increasingly oppressed by Manchu and their minions". Jing Bing replied.

"In the case of the Chinese in Batavia, they were oppressed by the Dutch authorities. Here since March 6, 1730 the Chinese are not allowed to open inns, home stay, home of opium and new store.

6. Rumah-Rumah Milik Orang TerkemukaPemandangan dari Kastil ke Kanal Macan

Rumah-rumah di sepanjang kanal macan dimiliki orang-orang ternama. Bahkan ada rumah yang dimiliki oleh seorang Gubernur Jenderal atau mantan Gubernur Jenderal. Tuan Willem van Outhoorn contohnya, tinggal disini enam belas tahun sampai kematiannya. Dia tinggal di Tijgersgracht setelah putrinya menikah dengan direktur umum Joan van Hoorn. Dia sangat senang ketika menantunya itu menjadi gubernur, karena rumahnya di jaga  empat belas serdadu di bawah seorang letnan. Selain itu pernah tinggal Dirk van Cloon dan Reinier de Klerk.

6. Houses Owned by Notable PeopleA View from the Castle to Tiger Canal

The houses along the canal tiger were owned by famous people. In fact, there had been a house owned by a General Governor or former General Governor. Mr. Willem van Outhoorn for example, lived here sixteen years until his death. He lived in Tijgersgracht after his daughter was married to the general director Joan van Hoorn. He was very happy when his son in law became governor, since then his house was guarded by fourteen men under a lieutenant. Here also lived Dirk van Cloon and Reinier de Klerk.

Pages