Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
Series EN 011

The atmosphere became silent. The warriors who practiced Kung Fu were standing in neat rows facing Khe Pan Jang. Their bodies sweaty, bare chest so that their muscles visible. Their muscular hands are holding the swords. Today they were practicing well with bare hands or with a sword and staff.

"Only half of our man who still live, so it is useless to us fighting against them" Long Ma said, he gave his consideration. Long Ma is a strong man; it was reflected in the face of rigid and never smiled. His face was square, prominent cheekbones, and a muscular body.

"Our man is already a half

Kota Lama dan Ekonomi kotaVendors selling deal price foods in old town of Jakarta - Batavia

Jika kita berjalan-jalan di Mall mewah Jakarta dihari libur, pasti kita bertemu dengan pengunjung yang berduit. Mereka mengenakan pakaian yang bagus dan makan-minum di restoran mahal. Tidak jarang sekali pesan makanan satu porsi harganya lebih dari seratus ribu rupiah. Jika kita jalan-jalan di lorong mall dan haus di sana terdapat minuman yang berlabel luar negeri dengan harga tiga puluh ribu rupiah sekali minum. Kemewahan mall di Jakarta itulah magnet bagi masyarakat kelas menengah dan keatas.

Tetapi kalau kita pergi ke Kota lama Jakarta, keadaannya sangat berbeda.

The Old Town and Urban EconomicsVendors selling deal price foods in old town of Jakarta - Batavia

If we walk in luxury Mall of Jakarta on the day off, we certainly meet visitors who are rich. They are wearing nice clothes, eating and drinking at an expensive restaurant. Not rarely they order food that cost more than one hundred thousand rupiahs for a portion. If we take a stroll in the mall hallway and thirsty there are vendors who sell drinks at a price of thirty thousand rupiahs at a time. Luxury in the mall of Jakarta is a magnet for the middle and high income class.

But if we go to the old town of Jakarta, the situation is very different.

Toko MerahToko Merah

Di sebut toko merah karena dulu kusennya berwarna merah.  Bukan hanya kusennya yang berwarna merah, mebel yang ada didalamnya juga berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri ke Tionghoaan seperti hal kelenteng. Karena semuanya berwarna merah dan fungsinya sebagai toko, maka dinamai Toko Merah. Rumah ini di pertengahan abad ke 19 di miliki oleh Oey Liaw Kong. Dia membuka toko di sebelah Kali Besar yang pada waktu itu masih ramai sebagai urat nadi perdagangan. Warna merah bata baru di tambahkan pada tahun 1923 ketika bangunan ini dimiliki dan dipakai oleh Bank Voor Indie.

Toko MerahToko Merah

Toko Merah means “red-store”. The store was called Toko Merah because all frames were in red. Not only the frame was in red, the furniture inside was also in red. The red color is the characteristic of Chinese-ness similar to the Chinese temple. Because everything is red and its function as a store, then it was named Toko Merah. This house in the mid-19th century was owned by Oey Liaw Kong. He opened a shop in the next Kali Besar (Ciliwung River) which at that time was still crowded as the lifeblood of commerce. The New red brick was added in 1923 when Bank voor Indie owned the building.

Batavian Restaurant

This is an example of recommended Restaurant and gift shop program. Our gift shop provide the original oleh-oleh Betawi at a deal price. Our gift packaging is very strong and made oleh-oleh durable therein. Located at Gajah Mada street that is passed by the Bus-way. We also have spacious parking area so you do not have to worry about parking difficulties. Our shop has been famous since 1922 with a distinctive taste. It was the only gift shop in Jakarta visited by senior officials Netherlands Indie. You can choose whether the gift is still warm or has been preserved

Batavian Restaurant

Ini adalah contoh program Restoran dan toko oleh-oleh yang direkomendasi. Toko oleh-oleh kami menyediakan oleh-oleh asli betawi dengan harga murah. Kemasan oleh-oleh kami sangat kuat dan membuat oleh-oleh didalamnya tahan lama. Terletak di Jalan Gajah Mada yang di lalui oleh Busway. Selain itu juga parker sangat luas sehingga anda tidak perlu kuatir kesulitan parkir. Toko oleh-oleh kami terkenal dari sejak 1922 dengan rasa yang khas. Dulunya merupakan satu-satunya toko oleh-oleh di Jakarta yang ramai dikunjungi oleh para pejabat tinggi Belanda.

Seri ID 010Alter Dewi Kwan Im

Selain semua senjata tadi, ada satu senjata yang sangat dia kuasai yakni senjata rahasia – piauw. Senjata ini sangat jarang digunakan karena hanya kalau kepepet baru di lempar untuk membunuh musuh. Piauw ini juga diajarkan kepada anak buahnya untuk membela diri jika sudah tidak ada jalan lain. Selain piauw, juga diajar kan bom kecil. Bom ini sangat penting untuk dilempar kepada musuh terus menghilang tanpa jejak. Sama dengan piauw, bom kecil ini juga jarang dipergunakan tetapi di pelajari anak buahnya dengan tekun.

Rumah besar ini adalah tempat persembunyian Khe Pan Jang dan pengikutnya dari

Series EN 010

In addition to the entire weapon, there was a weapon which he mastered very well, it was the secret weapon - piauw. This weapon was very rarely used because only when he was trapped, he might throw it to kill the enemy. He also taught this Piauw to his men to defend themselves if there was no other way. Besides piauw, he also taught a small bomb. This bomb was very important to be thrown to the enemy before disappeared without a trace. Similar to the piauw, this small bomb was also rarely used. However, his men learned it carefully.

This large house was a hiding place of Khe Pan Jang and his

Es Selendang Mayang

Kalau anda jalan-jalan di kota tua Jakarta, setelah memasuki berbagai museum anda pasti merasa lelah dan dahaga. Apalagi di siang yang sangat terik, tentu akan mencari minuman yang menyegarkan. Di pinggir alun-alun Museum Sejarah Jakarta banyak terdapat penjual minuman, salah satunya adalah penjual es selendang mayang. Cobalah satu gelas saja, harganya murah hanya Rp 6000, es selendang mayang tadi akan membuat anda segar dan perut juga kenyang. Mengapa? Itulah yang akan kami tulis disini.

Dari warnanya tentu sudah akan menarik karena ada warna Merah, Hijau, Putih dan yang dominan adalah

Pages