Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Storysort descending
Seri ID 013Kamar Tidur Dimana Jendral Shu Sedang Bersenang-Senang

“Ha..ha..ha!” Dari dalam terdengar suara laki-laki tertawa, disusul dengan suara beberapa perempuan genit. Rupanya jendral Shu sedang bersenang-senang dengan dayang-dayang yang akan membawa kenikmatan sesaat. Terdengar bunyi minuman yang dituangkan dalam gelas karena mereka lagi mabuk berat.  

“Siiing” terdengar bunyi pisau yang terbang menuju kepada dua penjaga yang terkantuk-kantuk itu. Keduanya tersungkur kedepan “Gedebuk”. Tetapi bunyi tubuh yang Jatuh sama sekali tidak terdengar oleh jendral shu dan para dayang-dayangnya. Mereka terus mabuk dan bersenang-senang.

Pendekar Khe masih

Seri ID 014Kota Quanzhou di Zaman Qing Dynasty

“Lari....” Teriak komandan serdadu Manchu. Tetapi terlambat mereka tetap terbunuh. Tubuh bergelimpangan ditengah api yang membakar seluruh gedung. Seluruh kota Fuqing gempar karena penyerangan ini. Serdadu Manchu yang ada diluar gedung, melihat api yang berkobar, mereka melompat di atas kuda meminta bantuan ke Fuzhou. Tetapi Fuzhou yang terletak di utara Fuqing harus ditempuh beberapa jam dengan kuda. Karena jarak kedua kota ini tidak dekat, memberi kesempatan pendekar Khe untuk melarikan diri.

“Yang terluka ada berapa orang?” tanya pendekar Khe kepada Long Ma, mereka bersembunyi di dekat

Seri ID 028Pemandangan Dari Kali Besar Ke Jalan Utrecht

“Selamat datang Sinshe Tan.” Nie Hoe Kong dalam bahasa Hokien menyambut Jing Bing dengan sopan. Mempersilahkannya duduk di sebelahnya. Diteras yang luas itu terdapat beberapa kursi untuk para tamu yang terhormat mengelilingi meja besar dan bundar.

“Aku harap Sinshe akan krasan di Batavia.” sambungnya. Wajahnya bersinar-sinar gembira.

“Di Kota ini sedang banyak mengalami masalah baik kejahatan ataupun kesehatan.” timbrung letnan Nio Kanko.

“Banyak orang terkena sakit misterius.” Nie Hoe Kong menambahkan.

“Apakah mungkin bisa dijelaskan kapiten?” tanya Jing Bing menyela.  

 “Kota ini sejak

Seri ID 031Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

“Semua penumpang dari kapal harus kami data untuk kota praja, kami tak ingin adanya imigran dari Tiongkok lagi, Batavia sudah terlalu penuh dengan orang Tionghoa.” kata orang ini sambil memelintir kumisnya. Wajahnya bulat tertutup cambang yang tidak perpelihara, matanya melotot mencari-cari kesalahan orang dan suaranya parau.

“Penumpang yang lain kemana?” tanya baljuw tadi.

“Tidak ada penumpang lagi meneer hanya satu sinshe Tan Jing Bing.” jawab kapiten Nie Hoe Kong.

“Ah aku tidak percaya, apakah ada yang kau sembunyikan?” tanya Cornelis Philips berkepanjangan, penuh curiga.

“Masak hanya

Seri ID 032Salah Satu Sudut Jalan Utrecht

“Tenang Kapiten, tidak semua opsir VOC kasar seperti itu. Dia itu polisi brengsek yang suka memeras, mencari-cari kesalahan orang, bahkan membalikkan orang yang benar menjadi bersalah. Itulah wajah polisi kota ini yang penuh dengan korupsi. Sedang Gubernur Jendral Patras dalam keadaan sakit-sakitan karena udara Batavia yang tidak sehat, sehingga tidak pernah peduli akan korupsi yang merajalela.” kata Dokter Herman van Santen menghibur.

D. How the History of Architecture WorksOld Bridge Florence

     From historical point of view, cities in the world can be divided into two grosstad and metropolis. Groesstad is a city which grew for along time such as Paris, Rome, and London, cities which has a very long history. While metropolis means instant cities, cities which was fragmented in a very short time, those cities are  in North America or Developing Countries. History of architecture concerning both, in Europe it is a sort of idea of reconstruction of the cities, while in developing countries it can be a potential idea for city planning in the future.

D.1. Groβstad and the history of

F. End of A Column.The Cathedral and the Baptistery of Florence

     History of architecture is a starting point to reconsider the city planning in the third world countries. The destruction and neglecting the old town should be stopped. The old ware house and empty colonial office can be an alternative of low cost housing by transferring the inside space. Also, social welfare need to be highlighted so the condition of the town is not deteriorated day by day with squatters.

     I believe that historical reading of developing urban and continued with urban analysis, should be applied to avoid the deteriorated metropolis and one way for a good future.

  

C. The Scope of Architecture History.

     If architecture is an art which is bound to matter, it is undeniably that architecture is an artifact, art of built environment. It is Marvin Trachtenberg who divided method in the history of architecture into five methods and clearly stated one by one.

C.1. Architect's biography as a method.

     First is the study of history of architecture which is based on the biography of it's architect. He noted that in a sense, the least problematic as well as the most popular form of architectural publication in recent years.

B. Hegelian's legacy.City of Dreams Florence

     The history of social, politic and economic happened since the human-being civilization. But history of art and history  of architecture started since Hegel found his idea that art can not be seen as a static system. Demetri Porphyrios said that the history of the history of architecture from Strzygowski, Burckhardt, Riegl, Wolfin, Frankl, Wittkower, Pevsner, or Gideon, to contemporary scholarship, has been the history of reinterpreting the concept of representation and idea, always remaining within the legacy of Hegelian idealism.(1)

Along the history of art and architecture, we can

Series EN 015

                                                                       3. Batavia

Batavia, in March 1737. The Chinese called this city Ye Cheng or the town of palm for palm trees everywhere. The city was beautiful. Well designed by the Dutch and built by the Chinese carefully. For the sailors who had just come into this city would definitely impress with the canals and the building of high architectural value. The location of Batavia was in a bay, at the mouth of the Ciliwung River, that once famous for crystal clear waters, and in front were small islands.

Pages