Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
Seri ID 003Kehidupan di Batavia

Mereka memilki agama yang berbeda. Orang Tionghoa yang beragama tradisional Tiongkok Kong Hu Cu atau Budha, bertemu dengan Belanda  yang Kristen. Bagi penguasa, agama seakan menjadi panglima pengatur tata cara hidup sehari-hari. Sedang bagi orang Tionghoa, agama tidak dirasakan sebagai penuh peraturan yang di gariskan oleh manusia tetapi hidup yang diatur oleh alam dan menyatu dengan Tuhan. Batavia menjadi bukan milik penguasa dengan agamanya yang penuh peraturan, tetapi Batavia adalah milik semua umat manusia yang hidup beragam budaya dan kepercayaan didalamnya.

Series EN 003Life in Batavia

They were characterized by different religions. Chinese people who believed in the traditional Chinese faith: Confucian or Buddhist, met with Dutch who were Christian. For rulers, religion seemed to be the chief regulator of the way of life. For the Chinese religion was not perceived as fully outlined by the humans’ regulations. But life was governed by the nature and blend with God. Batavia became not belong to the ruler with full religious rules, but Batavia belonged to all human beings who lived in diverse cultures and belief.

Dari Mall ke Kota lamaPasar Baru that is full of shoppers

Orang Jakarta adalah orang yang paling senang berjalan-jalan, berbelanja dan menikmati malam sambil bersantap. Kebanyakan kegiatan ini dilakukan didalam Mall yang terus menerus dibangun di segala penjuru kota. Di dalam mall, orang dapat melihat barang-barang, bertemu teman, duduk di puja sera bersama keluarga. Menjadi pertanyaan adalah: Mengapa kegiatan ini tidak di lakukan di Kota Tua yang bersejarah? Padahal di Eropa kegiatan ini dilakukan di kota lama.

From Malls to Old CityPasar Baru that is full of shoppers

People of Jakarta are the happiest people strolling, shopping and enjoying the evening while dining. Most of this activity is carried out in Malls that were continuously built in all parts of the city. In the mall, people can see stuff, meet friends, and sit at the food court with family. The question is: Why this activity is not done in the historic Old Town? Whereas in Europe, this activity is carried out in the old city. Various ways have been made to revive the old city such as night markets or activities held at the art museum Fatahilah plaza.

Bagaimana Menuju Batavia

Batavia adalah nama lama Jakarta, ibukota Indonesia. Dinamai Batavia ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Sekarang tidak ada orang yang menyebut ibukota Indonesia dengan nama Batavia. Yang dinamakan Batavia adalah kota lama Jakarta yang hanya 2 kilometer persegi luasnya. Kota lama ini terletak di Jakarta Utara berbatasan dengan pantai. Jika anda pergi kesana dengan kereta api, kereta api akan berhenti di stasiun kota, stasiun terbesar di Jakarta. Stasiun ini terletak di bagian selatan kota tua.

How to Reach Batavia

Batavia is the old name of Jakarta, the capital of Indonesia. It was called Batavia when the Dutch still occupied Indonesia. Nowadays, no one will name the capital of Indonesia Batavia.  The so called Batavia is the old town of Jakarta that is only 2 sq. kilometers wide. It is located at north Jakarta bordering to the coastal line. If you go there by train, the train will stop at the central station, the biggest station in Jakarta. People call the station as “Stasiun Kota” or city station.  The station is located at the southern part of old Jakarta.

Seri ID 002Berbeda-beda di Kamar Lelang

Pada dasarnya peradaban kota adalah perbedaan budaya penghuninya yang menyatu penuh dengan kedamaian. Peradaban adalah keragaman manusia untuk saling mengerti dalam mengarungi kehidupan bersama-sama. Di dalam perbedaan, manusia disatukan oleh tujuan mendapatkan kesejahteraan bersama-sama. Kota yang beradab, memiliki penduduk yang berbudi, berkesopanan dan saling menghomati. Tetapi, kota yang beradab juga akan memberontak tatkala tempat sekelompok manusia disangkal dan dibuang dengan semena-mena.

Kerusuhan 1740Chinese Messacre infront of city hall of Batavia old Jakarta

Orang Tionghoa di Asia Tenggara menguasai perdagangan telah ditunjukkan dengan jung-jung mereka yang mendarat di pantai Pulau Jawa. Disertasi Blusse memiliki presentasi lengkap dalam kasus Batavia dan pasangannya Amoy di Tiongkok Selatan. Junk-junk tersebut yang mendarat di pantai Jawa Tengah dan Jawa Timur mungkin tidak berbeda dengan junk-junk yang mendarat di Batavia. Akibat dari pembunuhan orang Tionghoa tahun 1740 di Batavia, orang Tionghoa melarikan diri dan mencari perlindungan pada permukiman-permukiman Tionghoa lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dampaknya adalah, mereka membawa

Riot in 1740Chinese Messacre infront of city hall of Batavia old Jakarta

The Southeast Asian Chinese dominated trading had shown that Chinese junks landed on the coastal area of Java. Blusse’s dissertation has a complete presentation on the case of Batavia and her partner Amoy in south China. Those junk landed in the coastal area of Central and east Java would probably not much different to those landed in Batavia.

Due to the Chinese massacre in Batavia 1740, the Chinese escaped from the calamity to other Chinese settlement in central and East Java. As consequence they also brought political changes in the interior of the island.

Batavia Sebuah NovelPuing di antara lalu lintas yang macet

Di berbagai penjuru dunia jatuh bangunnya sebuah rezim terletak di Ibukota. Bangkitnya dinasti Ming di Tiongkok misalnya, ditandai dengan perpindahan ibukota dari Xi’An ke Beijing. Demikian juga di pulau Jawa, runtuhnya Majapahit ditandai dengan munculnya kota Demak sebagai ibukota kerajaan Islam. Bahkan di kehidupan modernpun demikian. Jatuhnya rezim-rezim di Indonesia modern berada di kota jakarta dan bukan di kota Indonesia yang lain. Karena itu tidak terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa panggung teater pergantian rezim adalah kota dengan benteng dan segala kekuatan ekonominya.

Kota

Pages