Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
Batavia is a NovelRuin in the middle of traffic jam

Everywhere in the world, the rise and fall of a regime takes place in the capital city. The rise of Ming Dynasty in China is indicated by the movement od capital city from Xi’An to Beijing. Likewise in Java, the fall of Majapahit is followed by the rise of Demak city as the capital of Islamic kingdom. It happens in modern era. The fall of modern Indonesian regime took place in Jakarta and not in other Indonesian city. It is not too excessive to say that the theater stage of regime change is in the capital city with its wall, in the ancient time, and all its economics power.

A city is like a

Series EN 001
  1. Prelude

History always refers to unlimited space and time, a man, a group of man, a town, a collection of town, a building, an assembly of building, and all that flow to fill the life, the sketch of life.

Spatial History denotes human’s experience in changing times, alternating from one period to another period. Unrecorded and shaped occurrence but can be touched by the sense, a tinted and rewritten intuition, a series of sketch in space and time. That is why spatial history is not only about a cold and dead space, but long forgotten daily life.

1 PembukaBatavia di Abad ke 18
1 Prelude
Seri ID 001
  1. Pembuka

Sejarah selalu merujuk kepada ruang dan waktu yang tak terbatas, dari guratan hidup sekelompok manusia, seorang manusia, sekelompok kota, sebuah kota, sekelompok bangunan, sebuah bangunan, dan semua yang mengalir mengisi kehidupan. Sejarah ruang merujuk pada pengalaman manusia dalam waktu yang silih berganti dari suatu periode ke periode yang lain. Pengalaman yang tidak tercatat dan berbentuk tapi dapat disentuh oleh rasa, intuisi untuk diraba dan dituliskan kembali menjadi rangkaian goresan dalam ruang dan waktu.

Penelitian Modern Tentang Kelenteng di JakartaJin De Yuan The Oldest Chinese Temple in Batavia

Penelitian pertama tentang kelenteng di jaman modern dilakukan oleh Denis Lombart dan Claudine Salmon (Lombart and Salmon, 1985). Mereka mengamati 70 kelenteng di Jakarta dari sudut kehidupan social orang Tionghoa. Dari 70 kelenteng ini, hanya kurang dari 10 buah yang dapat di kategorikan kelenteng yang tua dengan arsitektur yang unik. Hampir semuanya kelenteng baru atau renovasi yang dibangun kurang dari satu abad. Mereka menerbitkan penelitian ini dalam bahasa perancis dengan ringkasan dalam bahasa Inggris.

Modern Reseach on Chinese Temple in JakartaJin De Yuan The Oldest Chinese Temple in Batavia

The first research on the chinese temple in modern era was done by Denis Lombart and Claudine Salmon (Lombart and Salmon, 1985). They study around 70 temples in Jakarta from the side of Chinese social life. However, among 70 temples only less than 10 could be included old temples with unique architecture. Most of them are new temples built less than a century. They published their research in French with a summary in English. The summary was translated into Indonesian by Yayasan Cipta Loka caraka.   Although the research is in Jakarta, it represents almost all temple in Java.

Tulisan Tentang KelentengInterior of Jin de Yuan temple in old Jakarta

Rumah ibadah orang Tionghoa di Indonesia disebut Kelenteng. Kelenteng adalah kata dari Guan Yin Ting atau rumah ibadah Guan Yin (Lombart dan Salmon, 1985: 10).  Menurut Ezerman kata kelenteng dating dari suara lonceng yang datang dari kelenteng ketika ada upacara (Ezerman 1922). Kelenteng is the centre of Chinese community and the centre of Chinese cultural activity. Kelenteng merupakan pusat komunitas dan aktivitas budaya serta keagamaan orang Tionghoa. Ada 70 kelenteng di Jakarta tersebar di semua wilayah, ini memperlihatkan partisipasi orang Tionghoa sebagai bagian penghuni kota.

Tulisan

Writing on the Chinese templeInterior of Jin de Yuan temple in old Jakarta

Chinese temple in Indonesia is called Kelenteng. It is a word that came from Guan Yin Ting or temple of Guan Yin (Lombart and Salmon, 1985: 10). According to Ezerman the word kelenteng comes from the sound of a bell that came out from the temple when there is a ceremony (Ezerman 1922). Kelenteng is the centre of religious and cultural activity of Chinese community. There are 70 of temple in Jakarta scattered in the cities manifest Chinese role in the setlement that makes common value of the inhabitants.

Writings on the Chinese temple in Java are scatered in several paper that are focusing on

Kota Sebagai sebuah NovelRuko tertua Bavia yang perlu di preservasi

Kota merupakan akumulasi kehidupan manusia dari segala sudut pandang yang berbeda-beda. Bahkan dalam sudut pandang sejarah saja kota dapat dipotret dari berbagai segi baik dari segi sejarah politik, sejarah ekonomi, sejarah sosial, ataupun sejarah bangunan. Di berbagai perguruan tinggi, sejarah kota merupakan satu mata kuliah tersendiri. Konsekuensinya sejarah kota merupakan satu sub-disiplin ilmu (andaikata tidak boleh dikatakan disiplin ilmu). Dari sejarah kota ini berkembang berbagai pola-pola yang menghubungkan antara ruang dan kegiatan dalam ruang.

Pages