Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
3. Skenario KetigaJalan dan Bangunan

Teori arsitektur berkembang bukan di dunia praktisi yang sangat takut pada para pemilik modal, tetapi di dunia pendidikan sebagai satu keunggulan akademik yang membedakan antara sekolah arsitektur satu dengan yang lain. Setiap sekolah arsitektur berkembang berdasarkan kurikulum yang khas dan disusun menurut idealismenya. Mungkinkah ini terjadi di Indonesia?

Bangsa kita terlalu suka dengan seragam, bukan hanya seragam militer saja, tetapi juga gardu listrik, halte bis, pompa bensin, sampai dengan WC umum yang seragam, jurusan arsitekturpun harus tunduk oleh kurikulum nasional yang membuat

3. The Third ScenarioThe Street and The Building

Architectural theory is grown not in the world of practitioners who were very afraid of the capital owners, but in the world of education as an academic excellence that distinguishes architecture schools with one another. The development of each architecture school is based on a unique curriculum and organized by idealism. Could this happen in Indonesia?

Our nation likes too much with the uniform, not just a military uniform, but also electric substation, bus stops, gas stations, up to a public restroom, the architecture department must abide by the national curriculum that makes all the

Seri ID 031Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

“Semua penumpang dari kapal harus kami data untuk kota praja, kami tak ingin adanya imigran dari Tiongkok lagi, Batavia sudah terlalu penuh dengan orang Tionghoa.” kata orang ini sambil memelintir kumisnya. Wajahnya bulat tertutup cambang yang tidak perpelihara, matanya melotot mencari-cari kesalahan orang dan suaranya parau.

“Penumpang yang lain kemana?” tanya baljuw tadi.

“Tidak ada penumpang lagi meneer hanya satu sinshe Tan Jing Bing.” jawab kapiten Nie Hoe Kong.

“Ah aku tidak percaya, apakah ada yang kau sembunyikan?” tanya Cornelis Philips berkepanjangan, penuh curiga.

“Masak hanya

Series EN 031Captain Nie Hoe Kong's House

"All the passengers of the ship should be recorded for the township, we do not want any more immigrants from China, Batavia is already too full of Chinese people." This person said twirling his mustache. His not well maintained sideburns covered his round face, his eyes bulging to find fault of people and his voice was hoarse.

"Where are the other passengers?" Asked the baljuw earlier.

"There are no more passengers meneer only sinshe Tan Jing Bing." Replied captain Nie Hoe Kong.

"Well I do not believe, do you hide any?" Asked Cornelis Philips prolonged, suspiciously.

"Impossible if only

2. Skenario KeduaPetak Sembilan

Karena itu arsitektur bukan ornamen dan proporsi façade sebuah Mall sebab mall yang besar menjadi arsitektur hanya pada saat dia penuh sesak dengan manusia bahkan pada saat ada seorang perampok membunuh seorang satpam didalamnya.5) Mall di Jakarta memiliki makna pada saat dia dibanjiri manusia yang membutuhkan ruang publik untuk mengekspresikan dirinya didepan umum. Gedung-gedung jangkung Jakarta yang jauh dari zona pejalan kaki tetapi di semuti oleh kendaraan yang macet, sebenarnya adalah krematorium bagi arsitektur itu sendiri. Saya tidak percaya akan Form follows function karena fungsi

2. The second ScenarioPetak Sembilan

Because architecture is not ornaments and proportions of the façade of a mall as the giant mall turns into architecture only when it is crowded with people, even when there was a robber killed a security guard inside. 5) Malls in Jakarta have meaning when they are overwhelmed with people who need space to express themselves in public. The tall buildings in Jakarta that are far from the pedestrian zone but in crowded by stuck vehicle, is actually a crematorium for the architecture itself.

Seri ID 030Rumah Kapiten Nie Hoe Kong

Semakin malam suasana halaman rumah kapiten Nie Hoe Kong bertambah meriah. Penduduk yang menyaksikan musik Gambang Kromong bertambah banyak. Suara orkes alat musik Gesek Tehyuan, Kongahyan dan sukong yang sering terlihat di Tiongkok dibarengi dengan Gong, gendang, suling, boning, krecek dan rebab sebagai musik tradisional nusantara semakin syahdu mengiringi lagu-lagu yang penuh humor. Sebuah ensemble yang harmonis untuk melahirkan musik yang menawan. Gadis-gadis nan cantik memainkan Tehyuan dengan tangan cekatan, badannyapun mengayun mengikuti irama di timpa suara penyanyinya.

Series EN 030Captain Nie Hoe Kong's House

The more late the night, the atmosphere in Captain Nie Hoe Kong’s front yard increasingly festive. Residents who came to see the Gambang Kromong music increase in number. The sound of stringed musical instrument orchestra Tehyuan, kongahyan and sukong, often seen in China, coupled with Gong, drums, flutes, boning, krecek and rebab as traditional music of the archipelago became more serene accompanied the songs that were full of humor. A harmonious ensemble to deliver captivating music. Pretty girls played Tehyuan with a deft hand, her body swung following the rhythm overrode by the song.

1. Skenario PertamaTempat Sembahyang di Jalan Kemenangan

Teori arsitektur merupakan sebuah rumah sakit besar yang terdiri dari berbagai alat analisa yang tujuannya sama, mencari penyakit seseorang dan memberi pengobatan. Kondisi sosial masyakat yang sakit selalu dipandang dari segi sosial ekonomi tanpa melihat celah-celah yang merupakan satu kesatuan dari sistem peruangan. Dia adalah satu metoda untuk mencari jalan kembalinya memory yang rusak oleh perubahan.2)

Teori arsitektur adalah latar penyembuhan ingatan yang hilang karena tekanan politik.

1. The first Scenario A Place for Prayer in Kemenangan Street

Architectural theory is a major hospital that consists of various data analysis tools in the same destination, to search for one's illness and to provide treatment. The social conditions of communities that are ill, is always seen in terms of socioeconomic without seeing the gaps as an integral part of the spatial system. It is one method to seek the return of faulty memory by changes.2)

Architectural theory is the background of healing of lost recollection due to political pressure.

Pages