Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
Manifesto Pembunuhan Teori ArsitekturGang Kelinci

                                                                     Oleh: Pratiwo

Paper ini akan membahas proses pembunuhan teori asitektur di Indonesia dan persempitan makna, dari makna yang interpretatif menjadi bentuk harafiah yang tak bermakna.1)

Proses pembunuhan ini terungkap dalam empat skenario; pertama berkaitan dengan penghapusan ingatan manusia sebagai dinamo teori dan kedua adalah penyangkalan terhadap realita ruang kehidupan. Skenario ketiga berbicara tentang proses pembunuhan kreatifitas arsitektur. Terakhir adalah skenario pembunuhan ideologis arsitektur.

 

1) Teori

Manifesto of Architectural Theory MurderGang Kelinci

                                                               By Pratiwo

This paper will discuss the process of architectural theory murder in Indonesia and the narrowing of meaning, from interpretive meaning becomes meaningless literal form.1)

The process of murder  revealed in four scenarios; The first relates to the elimination of human memory as a dynamo of theory and the second is a denial to the reality of living space. The third scenario talks about the process of killing the creativity of architecture. The last is the murder scenario of architectural ideology.

 

1) Theory of

Seri ID 028Pemandangan Dari Kali Besar Ke Jalan Utrecht

“Selamat datang Sinshe Tan.” Nie Hoe Kong dalam bahasa Hokien menyambut Jing Bing dengan sopan. Mempersilahkannya duduk di sebelahnya. Diteras yang luas itu terdapat beberapa kursi untuk para tamu yang terhormat mengelilingi meja besar dan bundar.

“Aku harap Sinshe akan krasan di Batavia.” sambungnya. Wajahnya bersinar-sinar gembira.

“Di Kota ini sedang banyak mengalami masalah baik kejahatan ataupun kesehatan.” timbrung letnan Nio Kanko.

“Banyak orang terkena sakit misterius.” Nie Hoe Kong menambahkan.

“Apakah mungkin bisa dijelaskan kapiten?” tanya Jing Bing menyela.  

 “Kota ini sejak

Series EN 028The View from Kali Besar to Utrecht Street

"Welcome Sinshe Tan." Nie Hoe Kong welcomed  Jing Bing politely in Hokienese. He invited the Sinshe to sit beside him. At the vast terrace there were a few seats for distinguished guests surounded a large and round table.

"I hope Sinshe will be at home in Batavia." He continued, his face was shinning happily.

"In this city there were a lot of crime and health problems." Interfered lieutenant Nio Kanko.

"Many people get a mysterious illness." Nie Hoe Kong added.

"Could you explained what illness lieutenant?" Jing Bing interrupted.

"Since more than a year this city was hit by problems of

Mega Urbanisasi di Jakarta 2Pasar Baru

Saat ini sudah lebih dari 80 pusat perbelanjaan di Jakarta. Mereka diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok; dari pusat perbelanjaan khusus menjual telepon seluler seperti Roxy Mas, sampai Dusit mal dan Mangga Dua Mal yang mengkhususkan diri dalam menjual komputer. Ada mal yang tidak mengkhususkan diri dalam menjual barang tertentu seperti Taman Anggrek Mal, ia memiliki berbagai atraksi dari es skating, pameran, bioskop dan hiburan musik bagi pengunjung mereka di lantai dasar. Pasar lama seperti Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Tanah Abang mengkhususkan diri pada pakaian. Mereka mungkin

Mega-urbanization of Jakarta 2Pasar Baru (New Market)

At present there are more than 80 shopping centers in Jakarta. They are classified into several specification from a shopping centre specialized  selling cellular phone such as Roxy Mas, to Dusit mall and Mangga Dua Mall that specialize in selling computer. There are of course malls that are not specialized in a certain good such as Taman Anggrek mall, it has various thing from ice-scatting, exhibition to movie and music entertainment for their visitors at its ground floor. The old market such as Pasar Pagi Mangga Dua and Pasar Tanah Abang are specialized in clothes.

Mega-urbanization di Jakarta 1Pasar Glodok

Mega-urbanisasi di Jakarta adalah akumulasi beberapa aspek, berkisar dari transportasi perkotaan yang berat sampai jumlah penduduk perkotaan yang sudah lebih dari 10 juta orang di malam hari. Bahkan pada siang hari melebihi 12 juta orang karena banyak komuter tinggal di Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor datang untuk bekerja di kota ini. Daerah perkotaan tumbuh ke ukuran raksasa yang mencaplok kota-kota kecil di sekitarnya menjadi Jabodetabek.

Mega-urbanization of Jakarta 1Glodok Market

Mega-urbanization in Jakarta is accumulation of several aspects, ranges from heavy urban transportation to the influx of urban inhabitant that is already more than 10 million people in the evening. In the day there are more than 12 million people in Jakarta because many commuter live in Bekasi, Tangerang, Depok, and Bogor come to work in the city. The urban area sprawls into its gigantic size taking smaller towns in its surrounding into Jabodetabek area.

Mega Urbanisasi di JakartaGlodok di Jakarta

Mega-urbanisasi di Jakarta adalah akumulasi beberapa aspek, berkisar dari transportasi perkotaan yang berat sampai jumlah penduduk perkotaan yang sudah lebih dari 10 juta orang di malam hari. Bahkan pada siang hari melebihi 12 juta orang karena banyak komuter tinggal di Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor datang untuk bekerja di kota ini.

Mega-urbanization of JakartaGlodok in Jakarta

Mega-urbanization in Jakarta is accumulation of several aspects, ranges from heavy urban transportation to the influx of urban inhabitant that is already more than 10 million people in the evening. In the day there are more than 12 million people in Jakarta because many commuter live in Bekasi, Tangerang, Depok, and Bogor come to work in the city.

Pages