Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Storysort descending
Seri ID 035Kastil Batavia

Bagi para pasien, Sinshe Tan Jing Bing memang pelo dan bahasa Melayu nya tidak jelas ditelinga mereka, tapi Jing Bing terus berusaha dan berusaha memperbaikinya. Sinshe Tan tertarik dan senang dengan orang Batavia yang memiliki keragaman budaya dan kebanyakan ramah. Orang menyebutnya sinshe dan menghormatinya karena dia dianggap sebagai dewa penolong, tetapi sinshe Tan merasa biasa saja. Yang membuat nya sedih kalau orang mulai membeda-bedakan karena status sosialnya. Perbedaan status sosial yang membedakan antara orang merdeka dan budak.

4. Skenario Terakhir.Karya Le Corbusier Kapel Notre Dame du Haut di Ronchamp selesai dibangun in 1954

Baik arsitektur modern, dari Post Modern sampai dengan Deconstruction semua berkembang karena mendapat dukungan institusi pendidikan. Decons berkembang karena AA (Architectural Association) yang menguasai jurnal-jurnal arsitektur di Inggris. Demikian pula arsitektur modern berkembang  karena di Eropa berkembang sebuah institusi Bauhaus dan majalah De Stijl. Bahkan, dukungan yang di lakukan di dalam Bauhaus mencari dasar-dasar ideologi yang menyebabkannya ditutup oleh Hitler karena dianggap kekiri-kirian dan para pengajarnya melarikan diri dari Jerman.

Series EN 002Diversity in Auction Room

Basically a city civilization blends cultural differences between its inhabitants that united in peace. Civilization is the diversity of human beings to understand each other in crossing life together. In the differences, humans are united by the goal of getting welfare together. Civilized city, has a population that is virtuous, and mutual respect for polite behavior. However, a civilized city will also revolt when a group of its inhabitant are denied and disposed arbitrarily. People’s rebellion is the spatial history on the human life experience with the place and their identity.

Gambaran Batavia – Kota Tua JakartaPetak Sembilan Alley, Glodok

Batavia adalah nama lama Jakarta, ibukota Indonesia. Batavia dibangun tahun 1619 oleh gubernur jendral  Jan Pieterzoon Coen di lokasi yang sebelumnya adalah istana Pangeran Jayakarta.

Kota yang luasnya 1,1 kilometer persegi pernah dalam sejarahnya mengalami beberapa tragedy seperti wabah malaria serta pembunuhan orang Tionghoa tahun 1740 oleh orang Belanda. Kotanya dibakar dan setelah tragedi ini orang Tionghoa harus tinggal di luar tembok kota.

Di samping bangunannya banyak yang tidak terurus, Kota Tua Jakarta juga mengalami berbagai masalah lingkungan, seperti Kali Besar.

Bagaimana Menuju Batavia

Batavia adalah nama lama Jakarta, ibukota Indonesia. Dinamai Batavia ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Sekarang tidak ada orang yang menyebut ibukota Indonesia dengan nama Batavia. Yang dinamakan Batavia adalah kota lama Jakarta yang hanya 2 kilometer persegi luasnya. Kota lama ini terletak di Jakarta Utara berbatasan dengan pantai. Jika anda pergi kesana dengan kereta api, kereta api akan berhenti di stasiun kota, stasiun terbesar di Jakarta. Stasiun ini terletak di bagian selatan kota tua.

Budaya Orang BataviaSion church at the end of Pangeran Jayakarta Street

Batavia adalah tempat pertemuan kebudayaan Barat dan Timur. Kebudayaan Barat dibawa oleh Belanda dan ethik Eropa lainnya, sementara itu kebudayaan Timur dibawa oleh orang Tionghoa, orang Arab, orang India serta kelompok etnik lain di Nusantara.

Di abad ke 17, di dalam tembok kota tinggal orang Belanda, orang Tionghoa dan para budaknya. Mereka hidup dengan mewah sejalan dengan kotanya yang makmur. Kemewahan itu dapat dilihat dari lukisan kuno  di mana tuan dan nonya berpakaian rapi, di temani budak-budaknya di belakang sambil memegangi payung dan Alkitab, pergi ke gereja.

Di Batavia jaman

Batavian Culinary

Batavia and its surrounding as a meeting place for many ethnics has so many culinary. Although people who came to Batavia originated from everywhere in the world, once they live in here, their tongue will be similar in tasting the special culinary of Batavia. 

There are tens of Batavian foods, nowadays is called Betawi food. Usually, they are a mixture of  coconut milk, vegetable, and meat. There are also beverages special to Betawi such as Bir Pletok, the so called beer that is made of coconut palm sugar and ginger without alcohol.

How to Reach Batavia

Batavia is the old name of Jakarta, the capital of Indonesia. It was called Batavia when the Dutch still occupied Indonesia. Nowadays, no one will name the capital of Indonesia Batavia.  The so called Batavia is the old town of Jakarta that is only 2 sq. kilometers wide. It is located at north Jakarta bordering to the coastal line. If you go there by train, the train will stop at the central station, the biggest station in Jakarta. People call the station as “Stasiun Kota” or city station.  The station is located at the southern part of old Jakarta.

The Culture of BatavianSion church at the end of Pangeran Jayakarta Street

Batavia was a meeting point between the Western culture and the Eastern culture. The western culture was brought by the Dutch, and other European ethnic groups, while the eastern culture was brought mostly by the Chinese, the Arab, the Indian and other ethnic groups in the archipelago.

In the 17th century, inside the town wall lived the Dutch, the Chinese and the slaves. They lived glamorously along the prosperity of the town.

View of Batavia – Old JakartaPetak Sembilan Alley, Glodok

Batavia was the old name of Jakarta, the capital city of Indonesia. Batavia was founded in 1619 by the General Governor of East Indies Companies (VOC) Jan Pieterzoon Coen at the location that previously was the palace of Jayakarta Prince.

The old town that lies on 1,1 square Kilometer declined area suffered several tragic event on her history including the spread of Malaria and the worse tragedy where ten thousand Chinese were slaughter by the Dutch. The town was burned down and after the tragedy the Chinese should live outside of the town wall.

In addition to the many neglected buildings,

Pages