Skip directly to content

12. Kehancuran

Namun, sudah suratan takdir bahwa kemuliaan masa lalu Kanal Macan sirna, bersama-sama dengan perdagangan di Batavia yang kuat dan semua orang memiliki rumah besar sepanjang tepi sungai. Karena Daendels melakukan penggusuran penduduk dari Batavia tua yang secara bertahap ke Noordwijk, Rijswijk, Weltevreden, dan memindahkan ibukota ke Batavia Baru. Semua rumah mereka di Kanal Macan, di mana gubernur dan anggota dewan Hindia pernah tinggal, berdiri kosong. Di akhir abad ke 18, ketika kecerahan VOC sudah menjadi tulang kering dan tanda-tanda pembusukan di setiap tempat terlihat, Kanal Macan yang penah mengalami kejayaannya, sekarang tinggal kenangan. Dari urusan-urusan kolonial besar sampai ke urusan kotoran, dan ornamen kemewahan dengan brutal dihancurkan; nilai persil kotanya mulai turun tajam, mengantisipasi bahwa rumah-rumahnya akan dibongkar. Lingkungan rumah yang pernah menjadi terbaik di Batavia akan hilang dan rusak. Pada tahun 1816, di akhir pemerintahan Inggris, di Kanal Macan hanya tinggal beberapa rumah tua, dihuni oleh orang Portugis Hitam, yang dulunya adalah para budak, dan orang Tionghoa.

Tidak hanya kota, tetapi juga bangunan air (kanal) yang berharga dihancurkan. Seluruh sistem kanal dari Batavia tua yang dibangun oleh generasi sebelumnya, dan telah menelan biaya ribuan gulden; de Mookervaart, karya Vincent van Mook; Kanal Amanus karya Jaksa J. Amanus; Antjolsche vaart, karya direktur umum Francois Caron, dihancurkan.  Hanya Kali Besar dan beberapa kanal di Pecinan yang selamat. Rumah-rumah besar dan kebun bunga  di Kanal Macan dihancurkan, diganti dengan kolam ikan, kuburan Tionghoa, dan kebun kelapa. Dari Kanal Macan yang terkenal hanya tersisa air kotor dan berlumpur, di sana-sini tampak jembatan batu bobrok. Reruntuhan itu memutus dermaga yang kemudian ditutupi dengan rumput dan semak belukar, dan berjumbai melalui reruntuhan rumah-rumah yang membentang dan pernah ditinggali warga terkaya Batavia. Jadi pernyataan lama akan "Ratu dari Timur" pasti tidak diakui lagi. Mereka yang pernah hidup di Kanal Macan bisa keluar dari kuburan mereka, kecapi Jan de Marre akan menangis sebagai ganti lagu pujian, dan pengkhotbah Valentine dengan membawa Alkitab akan berkata:

,, Apakah ini kota cantik yang sempurna dan penuh dengan sukacita?”

Tembok Kota Tua Batavia yang Masih Tertinggal
Tembok Kota Tua Batavia yang Masih Tertinggal
Topic: