Skip directly to content

2. Moenswijk

2. Moenswijk

Moenswijk boleh dikata rumah yang paling dekat dengan pinggiran sebelah selatan pada zaman itu. Sekitar gedung Tabungan Pos (BTN) dan Asrama CPM Jaga Monyet (sekarang Jl. Suryopranoto) terdapat pos penjagaan atau benteng kecil Rijs-wijk. Nama Jaga Monyet menumbuhkan dugaan bahwa kawasan di luar benteng seperti Harmoni, Petojo dan lain-lain masih hutan lebat berawa-rawa.

Moenswijk berasal dari nama pemilik pertamanya, Adriaan Moens, seorang Directeur Generaal VOC yang kaya-raya. Sayang tak banyak yang kita ketahui tentang riwayat rumah dan tanah seluas 22.000 m persegi ini. Akta-akta jual-belinya hanya mengisahkan perpindahan ke tangan orang-orang lain. Riwayatnya sebagai landhuis agaknya berakhir pada tahun 1816, ketika rumah megah itu dijadikan sekolah merangkap asrama putri.

Tanah terlebar dalam persil Hotel Duta Indonesia berasal dari tanah Reinier de Klerk yang luasnya 30.000 m persegi. Sebelum menjabat sebagai gubernur jenderal, Rainier de Klerk menduduki berbagai jabatan yang menguntungkan dalam Kompeni sehingga menjadi kaya-raya. Ia seorang yang keranjingan kemewahan. Miliknya meliputi beberapa wisma dengan kebun. Di antaranya yang kini menjadi Arsip Nasional di jalan Gajah Mada.

Tanah di sebelah utara Moenswijk itu dimiliki de Klerk sewaktu masih menjabat sebagai anggota Raad van Indie dalam tahun 1761. Dalam tahun 1774 tercatat sebuah rumah batu besar dengan serambi belakang, dapur, sejumlah ruangan untuk para budak (pada waktu de Klerk meninggal tercatat 200 orang budak belian dalam warisannya), istal, rumah kereta dan dua rumah kusir.

De Klerk hanya memiliki rumah ini selama 6 tahun. Dalam tahun 1774 rumah itu dijual seharga 2000 ringgit kepada C.Postmans, seorang ahli obat-obatan. Dia hanya mendiaminya selama 4 tahun. Pemilik baru, seorang anak dari GJ. van der Parra sempat menempatmya selama 20 tahun. Setelah mengalami beberapa kali pergantian pemilik lagi, pada tahun 1824 rumah itu dibeli oleh pemerintah dari D.J.Papet untuk dijadikan asrama putri, seperti yang terjadi dengan Moenswijk delapan tahun sebelumnya.

Reiner de Klerk
Reiner de Klerk