Skip directly to content

Gereja Sion 1

Salah satu peninggalan kota tua Batavia, sekarang dinamai Jakarta, yang masih berfungsi seperti sedia kala adalah Gereja Sion. Dulu gereja ini adalah Gereja Portugis di luar tembok kota. Gereja Sion terletak di ujung jalan Jayakarta, di pertigaan dengan Jalan Mangga Dua Raya. Karena kedua jalan ini sangat ramai, gereja tua ini seakan tenggelam oleh lalu lintas kota. Tetapi ketika anda sudah dapat melihatnya, gereja tua ini seakan juga terpisah dari kota tua Batavia yang terpusat di plaza Museum Jakarta.

Jika kita tilik peta tua Batavia dengan tembok kotanya, sungguh gereja tua ini tidak dapat dipisahkan dari Plaza Museum Jakarta yang berada di dalam tembok Batavia. Apalagi kalau kita baca sejarah bahwa di sepanjang Jalan Jayakarta dulu terdapat rumah-rumah besar milik orang kaya Batavia, tentu keterkaitan antara bangunan di dalam tembok kota Batavia dan gereja tua ini adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sayang rumah-rumah besar di sepanjang Jalan Jayakarta sudah berganti menjadi deretan ruko, showroom mobil dan bangunan komersial lainnya sehingga gereja tua ini seakan-akan terpincil dan tidak dipedulikan orang lagi.

Dahulu di Batavia ada Lima gereja. Satu unit gereja berada di dalam kastil yang sudah tidak ada bekasnya. Gereja ini merupakan tempat ibadah para prajurit dan para pejabat VOC. Tiga unit gereja berada didalam tembok kota yakni Gereja Belanda sebagai gereja terbesar, gereja portugis di dalam tembok kota dan gereja Melayu yang menjadi satu dengan rumah sakit. Yang ke empat adalah gereja portugis diluar tembok kota. Keempat gereja ini semuanya adalah gereja protestan Calvinis. Selain itu ada satu gereja lagi sebagai gereja kelima yang didirikan setelah 1750 di dalam tembok kota, letaknya di utara gereja Portugis di dalam tembok kota yakni gereja Protestan Plesbitarian tetapi gereja ini juga sudah tidak ada bekasnya. Pada waktu itu gereja Katolik dilarang di Batavia sehingga semua adalah gereja Protestan. Di abad 17 itu permusuhan antara gereja Katolik dan Protestan di Eropa menjalar sampai ke Batavia yang dikuasai oleh orang Belanda, dan orang Belanda adalah Protestan. Dari ke lima gereja ini yang sampai sekarang masih berdiri adalah Gereja Portugis di luar tembok kota, sekarang di namai gereja Sion.

Dari luar Gereja Sion menampikan gaya arsitektur klasik yang tertua di Asia sebagai arsitektur Belanda dengan teritisan pendek. Walaupun berada di luar tembok Batavia, tetapi gereja portugis ini sangat memperlihatkan gaya urban khas Batavia yang sama dengan arsitektur bangunan di dalam tembok kota.

Gereja Sion sekarang sebenarnya sudah berubah orientasi. Semula orientasinya  adalah ke utara dengan pintu utama dan lonceng gereja menghadap ke Jalan Mangga Dua Raya, sehingga paralel dengan orientasi kota Batavia yang menghadap ke laut di utara. Di halaman sebelah barat gereja adalah kuburan. Sekarang disebelah barat inilah pintu utama, menghadap ke Jalan Jayakarta.

Kalau kita dalami lebih lanjut, Batavia adalah kota yang tidak berbeda dengan kota-kota di Eropa dengan pusatnya adalah gereja. Bedanya bentuk kota di Eropa melingkar dengan pusat gereja, sedang Batavia berbentuk Grid, tetapi fungsi gereja sebagai pusat kota tetap sama. Gereja Belanda dan Gereja Portugis di dalam tembok kota adalah pusat kota Batavia. Tetapi Gereja portugis di luar tembok kota ini merupakan bangunan yang didirikan setelah kota Batavia berdiri. Sehingga pada waktu itu menjadi pusat kota yang baru di luar tembok kota.  

Pada waktu itu merupakan gereja bagi orang Portugis hitam, yakni keturunan Portugis dengan orang Bengal. Semula mereka beragama Katolik, tetapi karena Portugis terdesak oleh Belanda, orang-orang portugis hitam ini dibawa ke Batavia sebagai budak. Hanya saja mereka bisa bebas merdeka dari status budaknya kalau mereka pindah ke Agama Protestan. Pada waktu itu semua orang portugis hitam berpindah dari Katolik ke Protestan sehingga bebas dari status budak. Mereka disebut orang-orang Mardijker atau orang-orang yang dimerdekakan dan gerejanya adalah gereja Portugis baik di dalam ataupun di luar tembok kota.

Interior Gereja Sion
Interior Gereja Sion