Skip directly to content

Nilai Ekonomi Sejarah

Sejarah hanyalah fakta masa lalu yang berhubungan dengan nilai-nilai sosial budaya yang tidak ada nilai ekonomi. Ilmu sejarah adalah ilmu yang merekonstruksi peradaban masa lalu, masa yang sudah dilupakan orang dan terkubur dari kehidupan modern. Itulah mengapa banyak orang Indonesia tidak menghargai sejarah. Lihat, di Negara ini hanya segelintir perguruan tinggi yang memiliki jurusan sejarah, tidak imbang dengan negeri ini yang memiliki sejarah yang panjang, terbagi dalam puluhan periode dengan berbagai sejarah lokal karena bangsa ini terdiri dari beratus suku bangsa.

Tetapi menjadi lain jika sejarah berhubungan dengan artefak yang ada seperti gedung ataupun situs, disini sejarah memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan bersama dengan ilmu pariwisata. Adanya gedung-gedung tua, keraton dan candi memperlihatkan sejarah yang hidup. Karena itulah banyak kota tua yang masih utuh bangunan tuanya berani menyatakan sebagai “museum yang hidup”.

Pariwisata adalah sebuah bisnis yang sangat menguntungkan bagi Negara inbound atau yang dikunjungi turis. Selama turis tinggal, dollar akan di keluarkan untuk hotel, transpotasi, atraksi pariwisata, dan restaurant. Pertanyaannya adalah, motivasi apakah tourist berdatangan pada satu tempat? Ada bermacam-macam motivasi, mereka ingin menikmati pemandangan alam dan berpetualangan seperti hiking, surving, dan arung jeram. Tidak semua motivasi turis datang disuatu tempat karena pemandangan alam,   tetapi karena bangunan-bangunan bersejarah seperti Borobudur serta kompleks Candi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Turis berdatangan ke Roma bukan karena pemandangan alam dan pantai yang putih untuk berjemur, tetapi bangunan-bangunan yang tua di seluruh kota yang memiliki nilai sejarah yang mengagumkan. Turis datang ke Pompei, kota yang hancur tahun 79 Masehi karena gunung visuvius yang meletus, untuk menikmati puing dan rekontruksi bangunannya dalam gambar yang dikemas dalam bingkai sejarah kota yang sangat mengesankan. Disana turis mengenal sistem sanitasi kota yang sudah canggih di waktu itu.

Puing di Pompei, Koloseo, atau Foro Romano (Roman Forum)  di Roma memang sudah tidak ada fungsinya, tetapi dia mendapat fungsi baru pariwisata, dan memiliki nilai ekonomi dimana turis datang ke Itali dan menginap di Roma untuk menikmati puing dan sejarahnya. Puing-puing sejarah itu memilki tempat yang berharga bagi kota Roma sehingga menjadi pusat kegiatan pariwisata yang memiliki nilai positif bagi kotanya. Apakah kota tua Jakarta tidak memiliki puing-puing sejarah yang jika dikelola dengan baik akan memberikan nilai ekonomi bagi kotanya?

Memang berbeda dengan universal studio di Singapura atau Disney Land di Hongkong yang menyedot turis dengan atraksi pariwisata buatan. Puing, bangunan tua dan sejarah seperti di Roma dan Pompei menyedot turis secara organik sebagai atraksi wisata. Jika Disney Land dan Universal Studio harus memperbaharui atraksi pariwisatanya kalau tidak ingin hanya sekali di kunjungi seorang wisatawan, maka pariwisata di kota tua dengan sejarahnya akan dikunjungi berkali-kali oleh seorang wisatawan karena ingin mendapatkan suasana yang kuno bernilai sejarah. Mereka ingin tinggal berlama-lama karena suasana kota Roma tidak di dapatkan di kota asalnya yang membosankan karena serba baru, modern dan mungkin sekaligus juga kumuh.

Apakah kita tidak memiliki kota-kota yang bersejarah? Jawabnya Ya, tetapi bangunannya yang tua sudah diganti dengan bangunan yang baru sehingga orang tidak mengenal kekunoannya dan tidak dapat mengidentifikasi sejarahnya. Lihat saja gedung Harmoni sudah tiada, turis hanya mengenal dari gambar-gambarnya. Sejarah dan artefak bangunan harus secara bersama-sama ada untuk menarik para wisatawan.

Kota Lama Jakarta dikunjungi wisatawan manca Negara karena bangunan tua dan sejarahnya. Tetapi sejarah tanpa bangunan tua akan menjadi tidak menarik sama sekali. Disini sebenarnya nilai ekonomi sejarah kota tua menjadi sangat penting. Sejarah adalah bagian dari hidup manusia. Menghancurkan atau menelantarkan bangunan lama adalah menghilangkan sejarah yang akhirnya membuat kota lama tidak memiliki nilai ekonomi.   

Kota Jakarta masih memiliki beberapa bangunan tua yang jika di rencanakan dengan baik akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Semua tergantung dari seberapa besar peran pemerintah dalam melestarikan bangunan kuno. Yang jelas pelestarian bangunan kuno tidak dapat di serahkan pada peran swasta yang hanya melestari beberapa penggal kota lama untuk kepentingan ekonomis. Tugas merestorasi bangunan kuno adalah tugas pemerintah yang harus menangani kota lama secara menyeluruh dengan biaya yang tidak terbatas. Perencanaan kota lama bukanlah perencanaan tambal sulam dengan biaya murah, namun perencanaan yang menyeluruh.

Mampukah pemerintah? Harus mampu karena nilai sejarah adalah identitas bangsa yang besar.  

Amphitheater in Pompeii
Ampitheater di Pompeii