Skip directly to content

Seri ID 035

on Tue, 02/14/2017 - 08:45
Kastil Batavia
Kastil Batavia

Bagi para pasien, Sinshe Tan Jing Bing memang pelo dan bahasa Melayu nya tidak jelas ditelinga mereka, tapi Jing Bing terus berusaha dan berusaha memperbaikinya. Sinshe Tan tertarik dan senang dengan orang Batavia yang memiliki keragaman budaya dan kebanyakan ramah. Orang menyebutnya sinshe dan menghormatinya karena dia dianggap sebagai dewa penolong, tetapi sinshe Tan merasa biasa saja. Yang membuat nya sedih kalau orang mulai membeda-bedakan karena status sosialnya. Perbedaan status sosial yang membedakan antara orang merdeka dan budak. Sayang… di Batavia ini ada Belanda yang berkuasa diatas angin bagi seluruh bangsa di kota ini. Sayang… di Batavia ini orang Tionghoa dilarang mendirikan kuilnya di dalam kota karena dianggap menyembah setan. Manusia dilahirkan untuk menjadi sama.

Jan de Put adalah satu-satunya dokter yang bersedia bekerja di Rumah Sakit ini. Sedang Chirurgijnen yang bekerja disini satu-satunya adalah Dr Samuel Christiaan Kriel. Mereka bertugas dirumah sakit ini secara bergantian karena para Dokter dan Chirurgjin itu pekerjaan utamanya adalah di Rumah Sakit Belanda sedang sinshe bertugas hanya dirumah sakit Tionghoa. Rumah sakit tempat orang mencari kesembuhan ini adalah rumah Jing Bing karena dia tinggal disini.

Dokter Jan de Put walaupun kepala Rumah sakit ini, tidak selalu berada di Rumah Sakit Tionghoa. Akibatnya banyak tugasnya yang diserahkan kepada Jing Bing. Sedang pengelolaan rumah sakit di bawah Boedelmeester, dengan penanggung jawab kapiten Nie Hoe Kong. Pembiayaan rumah sakit ini dari kalangan orang Tionghoa, baik ditarik dari pajak ataupun sumbangan. Semenjak bangunan rumah sakit menjadi permanen dan bagian barat kota dibangun, pemerintah VOC untuk keperluan pengawasan mengharuskan kepala rumah sakit adalah orang Belanda, walaupun dia bertanggung jawab kepada sang kapiten.

Setiap pagi tugas Jing Bing adalah berkeliling rumah sakit yang terdiri dari bangsal-bangsal yang besar. Bersama asistennya, Jing Bing mengamati kesembuhan Pasien. Tidak jarang dia harus menolong pasien yang kritis tanpa mengenal waktu. Itulah mengapa dia tinggal di rumah sakit agar dapat bertugas setiap saat. Selama bertugas itu dia tahu bahwa orang-orang kaya tidak mau tinggal di Rumah Sakit dan dia harus datang ke rumahnya. Karena orang Tionghoa lebih percaya kepada sinshe dari pada Dokter, itulah mengapa tugasnya menjadi berat. Sinshe Tan tidak mengutip biaya, tetapi sukarela. Penghasilan yang didapat untuk mengembangkan polikliniknya di rumah sakit Tionghoa.