Skip directly to content

Seri ID 036

on Mon, 03/06/2017 - 10:57
Operasi di Jaman Dulu
Operasi di Jaman Dulu

Yang mengagumkan bagi Jing Bing adalah tindakan operasi pada pasien dimana pasien yang sakit di tidurkan dan di buka bagian yang sakit dan disembuhkan.Sistem pengobatan ini belum pernah dikenalnya. Tetapi sangat disayangkan karena para chirugijn muda banyak melakukan kegagalan sehingga banyak yang berakhir dengan kematian. Hanya dokter Samuel Christiaan Kriel yang lulusan universitas Leiden adalah dokter bedah yang pandai. Walaupun masih muda tetapi telah banyak pengalamannya. Dokter yang pandai ini sangat rendah hati dan senang berteman dengan semua orang termasuk dengan Jing Bing. Orangnya masih membujang dan baru satu tahun mengijakkan kaki di Batavia.

Rumah Sakit Tionghoa ini sangat disiplin karena dokter Jan de Put menyadari kedisiplinan adalah pangkal kesehatan. Jam besuk orang sakit pun hanya siang dan sore. Banyak keluarga pasien yang minta dapat menginap selalu ditolak karena rumah sakit ini menjadi kotor dan tidak nyaman. Jing Bing adalah sinshe yang sangat disegani, selain jarang tersenyum juga sangat tegas. Mungkin karena masalah bahasa Jing Bing jarang bicara dan memang sejak di Fujian dia jarang bicara dengan pasien. Dimalam hari para pekerja rumah sakit yang jumlahnya terbatas bergiliran untuk menjaga para pasien. Jing Bing kadang-kadang harus bangun kalau ada pasien yang kritis bahkan sekarat karena sakitnya tidak tertolong lagi.

Satu hal yang sulit satu bulan belakangan ini adalah pengadaan obat. Obat yang manjur dari Tiongkok tiba-tiba dilarang Belanda bersamaan dengan dilarangnya para pendatang baru. Obat-obatan yang biasanya datang dari Kanton memang tersendat-sendat datangnya. Di rumah sakit Tionghoa ini obat-obatan dari Tiongkok sangat laku dan diperlukan karena orang Tionghoa lebih percaya obat tradisionalnya dari pada obat dari Eropa. Sedang obat-obatan herbal seperti jamu juga ada dan merupakan produk lokal.

Selain itu untuk pasien yang operasi diberi candu untuk menghilangkan rasa sakit. Sedang obat lain seperti obat batuk diproduksi dari arak yang banyak tersedia di Batavia. Memang pasien dilarang membawa arak tetapi untuk yang sakit batuk diberi arak. Biasanya untuk pasien diare diberi Tonik supaya tetap segar. Anehnya, dokter juga memberi daun teh kepada pasien yang sakit perut karena mereka menganggap daun teh dapat menyembuhkan sakit perut.