Skip directly to content

Seri ID 037

on Fri, 03/31/2017 - 10:49
Titik-Titik Akupunktur di Kepala
Titik-Titik Akupunktur di Kepala

Dari sekian banyak penyakit yang ditangani oleh rumah sakit Yang Tjee Ie, malaria merupakan penyakit yang mewabah dalam beberapa tahun ini. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles ini disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat. Sedangkan penyakit perut disentri merupakan penyakit kedua diderita oleh penduduk Batavia. Untuk menanggulangi wabah ini, berbeda dengan dokter Belanda, sinshe Tan banyak merujuk ke obat-obatan tradisional Tiongkok. Dan anehnya, dia lebih dipercaya dikalangan orang Tionghoa dari pada dokter Belanda. Penyakit yang sulit disembuhkan seperti kencing nanahpun dapat disembuhkan dengan Tufuling atau Rhizoma Smilacis Glabrae. Obat tradisional yang biasa dipergunakan para pejabat yang playboy dipesan melalui Cuncu (Nakhoda) yang mendarat di Batavia karena dia juga menggunakan obat tadi. Selain itu, salah satu penyakit yang membutuhkan perhatiannya adalah Panswee atau nama modernnya stroke yang banyak menimpa kalangan orang kaya baik Tionghoa ataupun Belanda.

Dengan adanya krisis gula yang mengakibatkan banyak orang menganggur, Batavia mengalami wabah penyakit dimana tiba-tiba orang lumpuh atau tidak dapat bicara. Orang Tionghoa menyebutnya Pan Swe, orang Belanda menyebutnya Apopleksi. Para dokter menjadi kebingungan karena tidak dapat menyembuhkannya. Walaupun para dokter tidak tahu apa obatnya, bagi sinshe Tan Jing Bing itu penyakit yang tidak aneh. Penyakit yang menyerang orang yang banyak pikiran karena menganggur itu adalah penyakit yang disembuhkan dengan On Kung Niu Huang atau biasa di sebut Angkung dan Tusuk Jarum. Terkadang memang tidak menyembuhkan total, tetapi sangat membantu karena dapat mengobati orang yang lumpuh menjadi dapat berjalan walaupun pincang sedikit. Itulah mengapa sinshe Tan menjadi terkenal. Ramuan obat Tiongkok yang diberikan juga sangat membantu sehingga tubuh menjadi segar kembali. Saking terkenal mujarab, poliklinik Sinshe Tan di rumah sakit Tionghoa sangat ramai dikunjungi orang. Setiap pagi dia berpraktek di klinik untuk golongan yang tidak mampu, setiap sore dia mendatangi pasien kaya yang tidak pergi ke rumah sakit. Tetapi opsir VOC yang banyak mengalami penyakit lumpuh segan memangilnya karena pada waktu itu banyak orang Belanda yang percaya bahwa Tusuk Jarum atau akupuntur adalah pengobatan mistis yang memanggil setan.Pengobatan seperti ini dilarang oleh agama Kristen.

Rumah sakit adalah tempat komunikasi warga kota yang sangat di butuhkan. Disitulah seorang pasien mengenal dokter dan sinshe di Batavia. Sebaliknya, bagi seorang dokter, sinshe dan jururawat rumah sakit adalah tempat untuk mengenal warga kota yang berbeda kebiasaan dan kebudayaan. Karena itu rumah sakit Tionghoa menjadi tempat komunikasi semua orang di Batavia. Karena rumah sakit ini bukan hanya melayani para penduduk Tionghoa yang tinggal didalam kota, tetapi juga mereka yang tinggal diluar tembok kota, tidak hanya Tionghoa tetapi segala bangsa. Maka menjadi pusat komunikasi seluruh penduduk Batavia dan Ommelanden. Pintu gerbang Utrecht didekat rumah sakit yang menghubungkan daerah di luar tembok kota, sangat ramai disiang hari dan sore hari oleh para sanak saudara pasien yang akan berkunjung ke rumah sakit.