Skip directly to content

Top Writing

To read more please click the title or the picture.
Title The Story
1. Skenario PertamaTempat Sembahyang di Jalan Kemenangan

Teori arsitektur merupakan sebuah rumah sakit besar yang terdiri dari berbagai alat analisa yang tujuannya sama, mencari penyakit seseorang dan memberi pengobatan. Kondisi sosial masyakat yang sakit selalu dipandang dari segi sosial ekonomi tanpa melihat celah-celah yang merupakan satu kesatuan dari sistem peruangan. Dia adalah satu metoda untuk mencari jalan kembalinya memory yang rusak oleh perubahan.2)

Teori arsitektur adalah latar penyembuhan ingatan yang hilang karena tekanan politik.

1. The first Scenario A Place for Prayer in Kemenangan Street

Architectural theory is a major hospital that consists of various data analysis tools in the same destination, to search for one's illness and to provide treatment. The social conditions of communities that are ill, is always seen in terms of socioeconomic without seeing the gaps as an integral part of the spatial system. It is one method to seek the return of faulty memory by changes.2)

Architectural theory is the background of healing of lost recollection due to political pressure.

Seri ID 029Gambang Kromong

Poh An yang berada di belakang Jing Bing membisikinya “Dia itu dokter Herman van Santen. Dia adalah kepala rumah sakit kota, sekaligus dokter kepala di Batavia dan dokter muda, Samuel Christiaan Kriel seorang dokter bedah atau Chirurgijn. Sedang satunya lagi dokter Jan de Put sudah kau kenal siang tadi. Dokter van Santen inilah yang menginginkan kedatangan seorang Sinshe yang pandai dari Fujian, pemikiran dokter ini terbuka dan baik kepada orang Tionghoa. Dia sudah sangat pusing dengan penyakit panas dingin yang disebut Malaria dan berjangkit di Batavia selama ini.

Series EN 029Gambang Kromong

Poh An who sat behind Jing Bing whispered "He is doctor Herman van Santen. who is the head of the city hospital, and head physician at Batavia and the young doctor, Samuel Christiaan Kriel a surgeon or Chirurgijn. The other one is of course doctor Jan de Put whom  you already know this afternoon. It is Doctor van Santen who wanted to call a good Sinshe from Fujian, this open mind doctor was kind to the Chinese. He's been so dizzy with chills disease called malaria that is contagious in Batavia now. As the number of doctors was limited, he decided to call a Sinshe.

Manifesto Pembunuhan Teori ArsitekturGang Kelinci

                                                                     Oleh: Pratiwo

Paper ini akan membahas proses pembunuhan teori asitektur di Indonesia dan persempitan makna, dari makna yang interpretatif menjadi bentuk harafiah yang tak bermakna.1)

Proses pembunuhan ini terungkap dalam empat skenario; pertama berkaitan dengan penghapusan ingatan manusia sebagai dinamo teori dan kedua adalah penyangkalan terhadap realita ruang kehidupan. Skenario ketiga berbicara tentang proses pembunuhan kreatifitas arsitektur. Terakhir adalah skenario pembunuhan ideologis arsitektur.

 

1) Teori

Manifesto of Architectural Theory MurderGang Kelinci

                                                               By Pratiwo

This paper will discuss the process of architectural theory murder in Indonesia and the narrowing of meaning, from interpretive meaning becomes meaningless literal form.1)

The process of murder  revealed in four scenarios; The first relates to the elimination of human memory as a dynamo of theory and the second is a denial to the reality of living space. The third scenario talks about the process of killing the creativity of architecture. The last is the murder scenario of architectural ideology.

 

1) Theory of

Seri ID 028Pemandangan Dari Kali Besar Ke Jalan Utrecht

“Selamat datang Sinshe Tan.” Nie Hoe Kong dalam bahasa Hokien menyambut Jing Bing dengan sopan. Mempersilahkannya duduk di sebelahnya. Diteras yang luas itu terdapat beberapa kursi untuk para tamu yang terhormat mengelilingi meja besar dan bundar.

“Aku harap Sinshe akan krasan di Batavia.” sambungnya. Wajahnya bersinar-sinar gembira.

“Di Kota ini sedang banyak mengalami masalah baik kejahatan ataupun kesehatan.” timbrung letnan Nio Kanko.

“Banyak orang terkena sakit misterius.” Nie Hoe Kong menambahkan.

“Apakah mungkin bisa dijelaskan kapiten?” tanya Jing Bing menyela.  

 “Kota ini sejak

Series EN 028The View from Kali Besar to Utrecht Street

"Welcome Sinshe Tan." Nie Hoe Kong welcomed  Jing Bing politely in Hokienese. He invited the Sinshe to sit beside him. At the vast terrace there were a few seats for distinguished guests surounded a large and round table.

"I hope Sinshe will be at home in Batavia." He continued, his face was shinning happily.

"In this city there were a lot of crime and health problems." Interfered lieutenant Nio Kanko.

"Many people get a mysterious illness." Nie Hoe Kong added.

"Could you explained what illness lieutenant?" Jing Bing interrupted.

"Since more than a year this city was hit by problems of

Mega Urbanisasi di Jakarta 2Pasar Baru

Saat ini sudah lebih dari 80 pusat perbelanjaan di Jakarta. Mereka diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok; dari pusat perbelanjaan khusus menjual telepon seluler seperti Roxy Mas, sampai Dusit mal dan Mangga Dua Mal yang mengkhususkan diri dalam menjual komputer. Ada mal yang tidak mengkhususkan diri dalam menjual barang tertentu seperti Taman Anggrek Mal, ia memiliki berbagai atraksi dari es skating, pameran, bioskop dan hiburan musik bagi pengunjung mereka di lantai dasar. Pasar lama seperti Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Tanah Abang mengkhususkan diri pada pakaian. Mereka mungkin

Mega-urbanization of Jakarta 2Pasar Baru (New Market)

At present there are more than 80 shopping centers in Jakarta. They are classified into several specification from a shopping centre specialized  selling cellular phone such as Roxy Mas, to Dusit mall and Mangga Dua Mall that specialize in selling computer. There are of course malls that are not specialized in a certain good such as Taman Anggrek mall, it has various thing from ice-scatting, exhibition to movie and music entertainment for their visitors at its ground floor. The old market such as Pasar Pagi Mangga Dua and Pasar Tanah Abang are specialized in clothes.

Pages